Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Bayi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter anak Dr. Ian Suryadi Suteja dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahaya RSV pada bayi di bawah dua tahun. Infeksi ini bisa menimbulkan batuk, demam, sesak napas, hingga menginfeksi paru-paru. Pada kondisi berat, anak bisa mengalami bronkiolitis dan perlu perawatan intensif di rumah sakit.
“Kalau pada anak kecil, bisa mengganggu proses menyusu atau makannya, berat badannya juga biasanya jadi turun,” kata Dokter Ian dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Ian mengatakan infeksi RSV hampir mirp dengan gejala batuk pilek biasa. Namun, pada kelompok dengan faktor risiko lebih rentan jika dialami bayi yang prematur dan dibawah usia 2 tahun yang perlu diwaspadai.
Infeksi RSV, lanjut Ian, bisa dari ringan, cuma batuk, pilek, demam biasa, namun juga bisa sampai berat menginfeksi ke paru-paru, membutuhkan oksigen, bisa menyebabkan penyakit bronkiolitis hingga berisiko mengalami asma.
“Anak di bawah usia dua tahun yang datang dengan keluhannya itu batuk, demam, sesak nafas, didengerin pakai stetoskop bunyinya mengi atau kalau udah parah mungkin orang tua juga bisa dengar bunyi, nafasnya gitu, kayak orang asma, itu hampir pasti penyebabnya adalah RSV,” tutur dia.
Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menyampaikan dalam mendiagnosis RSV selain infeksi paru-paru, biasanya akan dilakukan swab PCR.
Kemudian, untuk terapi RSV tergantung kondisi klinisnya, jika dengan kondisi ringan-ringan bisa dengan rawat jalan, namun bila dengan kondisi berat diperlukan rawat inap.
Lebih lanjut, Ian membagikan cara mencegah RSV dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjalani etika ketika sedang batuk.
“Ingat, RSV bisa kena ke semua orang. Kalau kita batuk, etika batuk jangan lupa, batuknya bukan ditutup (dengan dua tangan kedepan), tapi batuknya ke sikunya kita ditutupinnya ke sana,” ujar dia.
Ian juga menekankan dalam mencegah RSV pentingnya imunisasi vaksin terutama pada ibu hamil di trimester akhir atau usia kehamilan 32-36 minggu yang bisa memproteksi ibu dan bayinya.
“Karena si vaksin tersebut membuat ibunya menghasilkan antibodi terhadap RSV dan antibodinya itu ditransfer ke bayi melalui plasenta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.