Aldila Sutjiadi Juara Bad Homburg Open 2026 Jelang Wimbledon
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Gejala pasca-imunisasi seperti demam ringan hingga bengkak di area suntikan biasanya hilang dalam 1–2 hari. Orang tua bisa menanganinya dengan kompres hangat atau dingin.
Hal ini diutarakan Direktur Rumah Vaksinasi Pusat Elsa Hufaidah. Ia menyampaikan bahwa gejalaitu wajar terjadi setelah anak mendapat suntikan vaksinasi.
"Kami selalu menginformasikan bahwa semua vaksin itu memang ada risikonya. Akan tetapi, memang risikonya itu tidak sebanding dengan kalau kita kena penyakitnya," kata Elsa di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Dia mengatakan bahwa gejala seperti demam ringan dan pembengkakan di area injeksi umumnya bisa ditangani sendiri di rumah.
Kalau anak demam ringan setelah mendapat imunisasi, menurut dia, orang tua bisa memberikan kompres hangat. Kompres hangat bisa diletakkan di dahi, lipatan ketiak, atau dada.
"Kalau suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius baru diberikan obat penurun panas. Tapi kalau di bawah itu, cukup ditangani dengan perawatan sederhana," katanya.
Jika anak mengalami reaksi lokal seperti nyeri dan bengkak di area injeksi, Elsa mengatakan, orang tua bisa memberikan kompres dingin.
Gejala yang bisa muncul setelah anak mendapat imunisasi antara lain nyeri, kemerahan, dan bengkak di bagian tubuh yang disuntik serta sakit kepala, demam, dan tidak enak badan sesaat setelah mendapat vaksinasi.
BACA JUGA: KAI Ingatkan Bahaya Lempar Kereta, Bisa Kena Sanksi Pidana
Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang ringan biasanya akan sembuh dalam satu sampai dua hari tanpa diberi obat.
Untuk meredakan efek samping vaksinasi yang ringan, orang tua bisa mengupayakan anak cukup istirahat, memberikan cukup air minum, memberikan obat penurun panas jika perlu, serta memberikan kompres dingin pada bagian tubuh yang nyeri.
Gejala berat juga berpeluang muncul akibat respons sistem imun terhadap vaksin, antara lain syok akibat alergi berat, penurunan trombosit, kejang, dan otot lemah.
Namun, semua gejala itu sangat jarang ditemukan dan bisa diatasi tanpa menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.