Bidik SDM Global, Kader PMII DIY Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris
PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global.
Film Gowok Kamasutra Jawa garapan sutradara kondang Hanung Bramantyo mulai tayang di bioskop 5 Juni 2025. Salah satu pemeran utamanya adalah aktris Lola Amaria yang sempat vakum selama 10 tahun di layar lebar. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Film Gowok Kamasutra Jawa garapan sutradara kondang Hanung Bramantyo mulai tayang di bioskop 5 Juni 2025. Salah satu pemeran utamanya adalah aktris Lola Amaria yang sempat vakum selama 10 tahun di layar lebar.
Lola memerankan karakter perempuan bernama Nyai Santi merupakan gowok yang mengajarkan para calon pengantin pria tentang seni kepuasan seksual. Lola pun telanjang punggung, yang foto tersebut kini menjadi poster film Gowok Kamasutra Jawa.
Selain Lola, film ini dibintangi aktor-aktor kenamaan seperti Reza Rahadian, Raihaanun, Ali Fikry, Nayla Purnama, Alika Jantinia, Djenar Maesa Ayu hingga Slamet Rahardjo. Secara umum Gowok Kamasutra Jawa berkisah tentang profesi seorang perempuan mengajarkan anak laki-laki perjaka untuk dewasa.
BACA JUGA: Ayah dari Tersangka Penabrak Mahasiswa FH UGM Minta Maaf
Profesi tersebut cukup dikenal di tanah Jawa pada awal hingga pertengahan abad 19. Adapun latar cerita diambil di sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah.
"Awalnya aku ragu dan sempat bilang ke mas Hanung, beneran mas ini saya yang jadi pemeran utama. Selain saya sudah lama tidak tampil, dikhawatirkan tidak sesuai dengan tren kekinian. Tetapi dia [Sutradara Hanung] yakin banget, menurutnya kayaknya memang saya yang paling cocok untuk peran itu," ucapnya kepada wartawan di sela-sela menonton bersama di Empire XXI Kota Jogja, Minggu (1/6/2025) malam.
Ia menjelaskan alasan substansi lainnya sehingga mau menerima peran sebagai sosok Nyai Santi setelah 10 tahun vakum. Selain menunjukkan eksistensi perempuan dan bercerita tentang perempuan, Gowok Kamasutra Jawa juga termasuk mengungkap kembali untuk memahamkan tradisi masa lalu.
"Hal lain yang bikin saya tertarik karena filmnya tentang eksistensi perempuan, kemudian melestarikan tradisi, yang ketiga film ini film tentang perempuan namun dari sudut pandang laki-laki,” katanya.
BACA JUGAL Petugas Damkarmat Sleman Evakuasi Ular Sanca 4 Meter Melingkar di Dalam Kap Mobil
Sutradara Hanung Bramantyo yang juga hadir dalam pemutaran perdana tersebut mengatakan film ini karyanya yang mengangkat tentang bagaimana perempuan juga memiliki hak untuk terpuaskan. Ia mengungkap peristiwa, tragedi cerita di masa lalu dalam film tersebut.
"Indonesia sebenarnya banyak sekali cerita yang bersifat tragedi dalam kehidupan berbangsa, dari mulai zaman raja-raja, kemudian ketika nama Indonesia muncul di 1945 sampai hari ini banyak tragedi yang bisa diambil [menjadi film]. Cuma tidak ada yang berani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.