KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Tulungagung Nonaktif
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Foto ilustrasi tahi lalat. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tahi lalat di wajah biasanya dianggap normal, namun jangan salah tanda hitam ini juga bisa menjadi penanda kanker kulit.
Kanker kulit sering kali dimulai sebagai sesuatu yang tampaknya ringan, benjolan baru yang tampak seperti tahi lalat, bercak kasar atau berkeropeng, luka yang tidak kunjung sembuh, atau bintik yang berubah bentuk atau warnanya, terkadang terasa gatal atau nyeri, sebagaimana dikutip laman Medical Daily, Senin (12/5/2025).
Meski tanda peringatannya sering kali samar, namun jika terdeteksi dini tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk melanoma bisa mencapai 99%.
Dokter umum Dr. Suraj Kukadia yang dikenal sebagai Dr. Sooj membagikan kiat membedakan bentuk tahi lalat yang bisa terindikasi, dengan metode "ABCDE", di mana setiap huruf dalam akronim ini mewakili tanda melanoma.
Tanda tahi lalat yang perlu diperhatikan, pada A untuk Asymmetry (simetrisitas), Border (perbatasan atau permukaan), Colour (warna), Diameter (lebar lingkar), dan Evolve (berkembang).
"Tahi lalat adalah bintik-bintik kecil berwarna pada kulit. Anda mungkin memiliki tahi lalat baru atau melihat perubahan pada tahi lalat yang sudah ada di kulit. Kemungkinan besar tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi inilah tanda-tanda melanoma, yang merupakan jenis kanker kulit," katanya.
BACA JUGA: Dua Ekor Sapi Kurban untuk Presiden Prabowo Dipasok dari Bantul
Ia menyampaikan tanda melanoma pada bentuk tahi lalat terutama simetrinya memiliki bentuk yang tidak rata dan dua bagian yang sangat berbeda.
Kemudian, tepi atau batas tahi lalat juga bisa menjadi titik identifikasi yang penting, dengan tepi yang tidak beraturan atau tidak rata, merupakan tanda peringatan kanker kulit.
Untuk tanda warna, menurutnya pada tahi lalat dengan melanoma biasanya memiliki campuran satu atau dua warna atau lebih.
Ia juga menyarankan untuk memperhatikan perkembangan atau perubahan bentuk dari tanda seperti tahi lalat.
"Menemukan tahi lalat baru, penting untuk memeriksa adanya perubahan bentuk, ukuran, warna, atau apakah tahi lalat tersebut mulai berdarah, gatal, atau berkerak, karena perubahan ini 'lebih mungkin' mengindikasikan melanoma," jelasnya.
Meskipun melanoma dapat berkembang di bagian tubuh manapun, Dr. Sooj menekankan bahwa titik-titik yang paling umum untuk diperiksa adalah punggung, kaki, bagian dalam mata, telapak kaki, telapak tangan, dan area genital.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar memeriksa kulit secara teratur untuk melihat adanya "perubahan yang tidak biasa" atau pertumbuhan baru, bisa dengan menggunakan cermin atau meminta bantuan pasangan untuk menjangkau area yang sulit dilihat.
Ambil foto dari setiap tanda dapat membantu melacak setiap perubahan dari waktu ke waktu. Jika melihat tanda-tanda peringatan, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter umum untuk mendapatkan evaluasi profesional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.