Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi sebagai Jurnalis Korban KM Arupadatu I
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Serba terlalu memang tidak baik. Duduk terlalu lama atau berdiri terlalu lama juga berisiko meningkatkan penyakit.
Hasil studi baru yang diterbitkan di The International Journal of Epidemiology menunjukkan kaitan berdiri lama dengan risiko penyakit jantung.
Sebagaimana dikutip oleh Well and Good, Kamis (17/10/2024), dalam studi baru itu para peneliti melibatkan lebih dari 80.000 orang dewasa sehat dari Inggris.
Selama dua tahun, para peserta penelitian memakai akselerometer pergelangan tangan yang merekam berapa lama mereka duduk dan berdiri.
Ketika peneliti menilai data dan menindaklanjutinya selama periode enam tahun, mereka menemukan bahwa duduk selama lebih dari 10 jam sehari berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan berdiri lebih lama dar duduk tidak mengurangi risiko masalah jantung.
Lebih khusus lagi, untuk setiap 30 menit yang dihabiskan untuk berdiri selama dua jam lebih, risiko masalah kesehatan ini meningkat 11%.
Selain itu, berdiri lebih lama dapat meningkatkan risiko varises (pembesaran vena) dan trombosis vena dalam.
"Hal terpenting yang dapat diambil adalah bahwa berdiri terlalu lama tidak akan mengimbangi gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan bisa berisiko bagi sebagian orang dalam hal kesehatan peredaran darah," kata Matthew Ahmadi, peneliti pasca-doktoral di Universitas Sydney yang menjadi penulis utama studi.
BACA JUGA: Dukung Program Makan Siang Gratis, Pemkab Gunungkidul Menyiapkan Sekolah-Sekolah Ini
Oleh karena itu, Ahmadi dan rekan-rekan penelitinya menyarankan, lebih baik menjadwalkan gerakan teratur sepanjang hari alih-alih berdiri sepanjang hari.
"Ambil waktu istirahat secara berkala, berjalan-jalan, ikuti rapat sambil berjalan, gunakan tangga, ambil waktu istirahat secara berkala saat berkendara jarak jauh, atau manfaatkan waktu makan siang untuk meninggalkan meja dan melakukan beberapa gerakan," kata Ahmadi.
Peregangan singkat, latihan kardio singkat, atau beberapa kali squat bisa dilakukan di kala rehat.
Menurut hasil studi tahun 2024 yang dipublikasikan dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, latihan dengan intensitas tinggi selama enam menit atau latihan sedang hingga berat selama 30 menit per hari dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung bahkan bagi orang yang tidak banyak bergerak selama 11 jam sehari atau lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.
Sebanyak 215.845 warga Bantul sudah mengaktifkan IKD. Disdukcapil memperluas jemput bola hingga kalurahan untuk mengejar target 30%.
Elon Musk investasi US$1 miliar di bisnis turbin gas saat xAI menghadapi gugatan polusi terkait penggunaan turbin untuk data center AI.
Persib menang 1-0 atas FC Seoul pada laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027 lewat gol cepat Julio Cesar.
Redmi Note 17 Pro Max 5G resmi di Indonesia dengan baterai 10.000 mAh, harga mulai Rp7,499 juta dan prapesan 16–24 September 2026.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.