CEO Microsoft Minta AI Bisa Dimatikan Saat Bertugas
CEO Microsoft Satya Nadella mengusulkan mekanisme darurat untuk menghentikan model AI, disertai audit independen dan transparansi sistem.
Rendy Kjaernett/Instagram
Harianjogja.com, SOLO—Rendy Kjaernett akhirnya angkat bicara mengenai isu perselingkuhannya dengan Syahnaz Sadiqah termasuk tato di punggungnya. Hal itu dia ungkapkan di kanal YouTube Denny Sumargo.
BACA JUGA: Syahnaz Adik Raffi Ahmad Dikabarkan Selingkuh dengan Rendy Kjaernett
Ia menceritakan banyak hal mulai dari pengakuan soal perasaannya, hingga permintaan maaf kepada keluarga dan anak-anak. Soal Syahnaz Sadiqah, suami Lady Nayoan itu menyebut bahwa dirinya memang memiliki perasaan yang kuat terhadap wanita ini.
“Gua juga udah ada perasaan. Iya lah [ada rasa cinta],” kata Rendy di podcast Denny Sumargo dikutip pada Senin (2/7/2023).
Hal itu terbukti dengan adanya tato bergambar wajah Syahnaz Sadiqah yang memenuhi punggung Rendy Kjaernett. Mendengar pengakuan tersebut, Denny Sumargo penasaran sejauh apa suami Lady Nayoan itu mencintai Syahnaz hingga rela membuat tato yang menghiasi seluruh punggungnya.
“Berapa besar perasaan lu sampai akhirnya jadi tato? Bener itu tatonya dia? Bukan Lady? Valid ya?” tanya Denny yang dibalas senyum oleh Rendy.
Tanpa ragu, Rendy Kjaernett mengiyakan pertanyaan itu. “Iya. [Tato itu] Bukan [Lady Nayoan],” katanya.
Ternyata tato itu dibuat karena Rendy Kjaernett pada saat itu sedang merasa sakit hati dan ia merasa tato bergambar wajah Syahnaz Sadiqah itu bisa menjadi “obat penawar” untuk rasa sakitnya.
“Gue sakit. Kepala lo sakit, obat. Ya gue cuma mikir ya, [tato itu] obat gue,” ungkap Rendy.
Di sisi lain, dalam podcast yang sama, Rendy juga tidak membantah apa yang telah dikatakan oleh Lady Nayoan baik melalui media sosial maupun dalam podcast mengenai hubungannya dengan istri Jeje Govinda tersebut.
“Nggak ada [yang mau disangkal]. Terjadi [semua],” katanya.
Selain menceritakan tentang tato di punggungnya, Rendy Kjaernett juga menceritakan dirinya berterus terang dan minta maaf kepada anak-anaknya terkait perselingkuhan tersebut.
“Gue bilang ke mereka, gue sujud di depan mereka. Gue cuma bilang maapin papa, papa berbuat salah besar
nyakitin mamah kamu sakit yang sangat besar. Kalo kalian mau benci papa silakan. Someday kalo kamu mau tanya apapun sama papa kenapa papa begini kenapa papa begitu, papa akan jawab jujur dan perlu kalian
tahu papa sayang sama kalian lebih dari apapun,” ujarnya.
Dia juga mengakui bahwa dia bukan ayah yang baik. “Papa bukan orang baik. Mama itu istri yang baik ibu yang baik. Papa yang buat salah bukan mama. Apa pun yang Mama lakuin sekarang itu karena Papa ngelakuin
kesalahan besar. Papa yang bikin sakit hati mamah sampai sekarang,” tuturnya.
“Setelah itu lo cabut dari rumah atau gimana?” tanya Denny Sumargo.
“Belum, karena tadi kan belum pulang 3 hari gua masih tetap syuting gua pulang karena gua harus jagain anak-anak gua. Gua jagain mereka dari media yang ada di TV anak-anak gua kan udah mulai bisa
lihat handphone udah mulai bisa liat segala macam platform kan tapi mereka tahu apa yang terjadi di luar,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
CEO Microsoft Satya Nadella mengusulkan mekanisme darurat untuk menghentikan model AI, disertai audit independen dan transparansi sistem.
Bedah buku DPAD DIY dan DPRD DIY di Sleman mengulas pentingnya tidur cukup, gizi seimbang, aktivitas fisik, dan kebebasan bereksplorasi untuk mendukung kecerdas
DJP mencatat 5,5 juta transaksi digital senilai Rp10 triliun melalui SPP-TDLN. Sebanyak 30 bank dan fintech ditargetkan bergabung sebelum November 2026.
Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly menegaskan rekrutmen TNI AD gratis dan memperingatkan oknum calo yang menjanjikan kelulusan berbayar.
KPK membuka peluang memeriksa Kepala BNPB Suharyanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan penyidik.
Portal pembatas ketinggian 4,2 meter dipasang di Ring Road Utara Sleman selama 24 jam. Kendaraan tinggi diminta menggunakan jalur alternatif.