Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Selama ini kamu sering bertanya-tanya apa sebenarnya arti simbol-simbol yang ada di kotak pembungkus atau di balik kemasan produk make up. Jangan-jangan kamu malah tidak pernah sadar ada simbol khusus dengan arti yang berbeda-beda.
Dari pada penasaran, mari kenali dan pahami arti di balik setiap simbol pada produk make up, lewat rangkuman berikut ini:
Simbol ini di gambarkan dengan wadah terbuka dan terdapat tulisan angka serta huruf. PAO menandakan jangka waktu penggunaan make up setelah kemasan dibuka. Biasanya terdapat angka dengan kelipatan 3 yakni 3, 6, 9, 12, 15,18, 24 dan seterusnya, yang menandakan waktu. Diikuti huruf ‘M’ berarti month atau bulan. Jika tertulis 9M maka produk dapat digunakan selama 9 bulan setelah dibuka.
Masih berkaitan dengan waktu bertahan make up, simbol hourglass atau jam pasir menandakan produk hanya bisa digunakan selama 30 bulan setelah dibuka dan biasanya tertera masa kedaluwarsa atau BBE (best before end) pada kemasan.
Tiga panah membentuk segitiga memiliki arti kemasan produk dapat didaur ulang, terkadang diikuti presentase di bagian tengah untuk menunjukkan seberapa besar bahan daur ulang yang digunakan.
Ada pula interlocking arrows dengan dua gambar panah membentuk lingkaran menandakan hasil penjualan produk ikut berkontribusi dalam layanan daur ulang di Eropa. Akan tetapi tidak berarti wadah produk dapat didaur ulang.
Simbol yang digambarkan dengan kepala kelinci dan kuping yang membentuk Love diikuti tulisan cruelty free di bawahnya atau kelinci loncat berarti proses pembuatan produk tidak melakukan percobaan pada hewan.
Terdapat dua simbol Eco-Cert yang pertama, Ecocert Organik yang berarti 95% produk terbuat dari bahan nabati berasal dari pertanian organik. Kedua, simbol Ecocert Natural menandakan setidaknya 50% atau lebih bahannya berasal dari nabati dan 5% secara keseluruhannya ialak organik.
Logo lingkaran dengan tulisan “USDA Organic” di dalamnya memiliki arti setidaknya 95% bahan dalam suatu produk berasal dari bahan organik. Ada pula standar NSF dengan logo biru dengan tulisan NSF berwarna putih biasa ditemui di Amerika Serikat dan Kanada, menandakan produk terdiri dari setidaknya 70% bahan organik. Selain itu terdapat logo serupa dari organisasi Perancis yakni COSMEBIO yang memiliki arti yang sama dengan USDA Organic maupun Ecocert Organic.
Simbol dengan gambar buku dan tangan ini menunjukkan ada selebaran berisi informasi tambahan yang disertakan dalam kemasan.
Sehelai daun dalam lingkarang bertuliskan “Paraben Free” ini berarti produk tidak mengandung paraben yang sering digunakan selama beberapa dekade untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur namun berisiko memicu kanker serta gangguan hormon.
Salah satu logo lainnya yang paling mudah dikenali dengan gambar api membara. Menandakan sebuah produk mudah terbakar dan tidak boleh terkena panas tinggi atau nyala api terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Bulog menyiagakan 93.782 ton beras untuk penanganan gempa NTT, termasuk kebutuhan korban, masa tanggap darurat, dan bantuan pangan tiga bulan.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus dugaan pembakaran hutan dan lahan. Total lahan terbakar mencapai 1.006,67 hektare.
TNI AU melakukan water bombing untuk memadamkan karhutla di Palembang. Kabut asap juga membuat dua penerbangan Jakarta-Jambi dialihkan.
Dua penyu ditemukan mati di Pantai Sepanjang dan Nglolang Gunungkidul dalam dua hari. Bangkai langsung dievakuasi dan dikubur.