Advertisement

Karyawan Protes Digaji Rp1,7 Miliar Setahun, Tugasnya Cuma Makan Siang dan Baca Koran

Lajeng Padmaratri
Senin, 05 Desember 2022 - 16:57 WIB
Lajeng Padmaratri
Karyawan Protes Digaji Rp1,7 Miliar Setahun, Tugasnya Cuma Makan Siang dan Baca Koran Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, DUBLIN—Seorang karyawan di jaringan kereta api nasional Irlandia protes karena dia dibayar hampir 108.000 euro atau setara dengan Rp1,7 miliar setahun padahal tidak melakukan apa-apa.

Melansir Oddity Central, pria bernama Dermot Alastair Mills itu merasa mendapatkan diskriminasi karena dibayar hanya untuk makan siang dan membaca koran sepanjang hari. Padahal, biasanya jika dibayar untuk tidak melakukan apa pun pada dasarnya tidak terdengar seperti sesuatu yang akan dikeluhkan kebanyakan orang.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Manajer keuangan itu mengklaim bahwa setelah menjadi pelapor tentang akuntansi perusahaan pada tahun 2014, dia secara bertahap dibebastugaskan dari hampir semua tugasnya. Hingga akhirnya dia sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan siang dan membaca koran. Terlepas dari protes itu, dia masih mencairkan gaji rutinnya setiap bulan.

Kepada Komisi Hubungan Tempat Kerja Irlandia (WRC), ia bercerita jika setiap hari kerja, dirinya akan membeli dua surat kabar, Times dan Independent, serta setangkup roti lapis.

“Saya pergi ke bilik saya, saya menyalakan komputer saya, saya melihat email. Tidak ada email yang terkait dengan pekerjaan, tidak ada pesan, tidak ada komunikasi, tidak ada komunikasi kolega,” kata Mills kepada .

Kemudian, sekitar jam 10.30, jika ada email yang butuh jawaban, dia akan menjawabnya. Jika ada pekerjaan yang terkait dengannya, dia akan melakukannya. “Saya akan mengatakan jika saya mendapatkan sesuatu yang mengharuskan saya melakukan pekerjaan sekali dalam seminggu, saya akan senang,” kata dia.

Mills mengatakan bahwa dia bertanggung jawab atas anggaran modal senilai sekitar 250 juta euro (Rp4,1 triliun) sejak tahun 2000 hingga krisis keuangan pada tahun 2007. Kemudian, dia dipromosikan pada tahun 2010. Namun, karirnya mulai berantakan pada tahun 2013 ketika dia diduga diintimidasi saat menjalankan jabatan barunya dan dipaksa mengambil cuti sakit selama tiga bulan. 

Mills mengklaim bahwa, ketika dia kembali, dia melihat ada masalah tertentu dengan debitur. Ia pun mengirimkan laporan dengan maksud itikad baik kepada Kepala Irish Rail pada Maret 2014, sebelum membuat pengungkapan yang dilindungi kepada Menteri Transportasi Irlandia. Sejak saat itu, tanggung jawabnya di perusahaan langsung dipangkas, begitu pula portofolio anggarannya.

Mills mengatakan bahwa ketika pengacaranya mengatakan bahwa dia dibayar "untuk tidak melakukan apa-apa", dia berbicara tentang menggunakan keahliannya. Dia menambahkan bahwa dia merasa dikucilkan dan dia telah dikeluarkan dari rapat perusahaan dan kesempatan pelatihan. Kasus tersebut dijadwalkan untuk menjalani sidang pada awal tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Oddity Central

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Peringati Satu Tahun Perlawanan, Warga Wadas Gelar Pentas Seni dan Dirikan Patung

News
| Kamis, 09 Februari 2023, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Hyatt Regency Yogyakarta Hadirkan Sunday Brunch dengan Live Painting

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement