Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet-Youtube/TAMA HALU 008
Harianjogja.com, SOLO--Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang kini tengah hits menuai menuai kritikan dari berbagai pihak. Merespons hal itu, pencipta lagi akhirnya mengubah lirik lagu tersebut. Hal tersebut diungkap oleh pencipta lagu tersebut.
Seperti diketahui, kritikan muncul atas lagu yang sedang naik daun tersebut, salah satunya datang dari ulama besar Nahdlatul Ulama (NU), Gus Muwafiq.
Dia menilai pengarang lirik lagu tersebut tidak mengetahui sejarah. Menurut dia, Joko Tingkir bukan orang sembarang. Joko Tingkir merupakan ulama besar yang menurunkan ulama-ulama di Jawa. Joko Tingkir adalah kakek ke-3 dari KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Nasab Joko Tingkir bertemu dengan Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, salah satu Wali Songo yang telah berjasa besar dalam mendakwahkan Islam di Nusantara.
Karena menuai polemik, pencipta Joko Tingkir Ngombe Dawet memutuskan untuk mengubah lirik lagu tersebut.
“Saya juga di channel saya sudah mengubah liriknya tidak menggunakan Joko Tingkir lagi dan tolong dimaafkan karena ketidaktahuan saya tentang Joko Tingkir,” ujar dia dalam video yang tayang di kanal Youtube TAMA HALU 008.
Pada kesempatan itu, dia menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena ketidaktahuan dia soal sosok Joko Tingkir yang ternyata ulama besar.
BACA JUGA: Guru Pemaksa Siswa Berjilbab Dijatuhi Sanksi Ringan, Ombudsman Beri Catatan
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Lamongan dan pihak-pihak yang tersinggung dan kurang berkenan karena saya telah membuat lirik lagu menggunakan nama Joko Tingkir,” ucap dia.
Dia tak ada niatan sama sekali untuk melecehkan nama Joko Tingkir dalam lagu yang kini liriknya telah diubah tersebut. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena ketidaktahuan ketidakpahman saya di balik nama Joko Tingkir ini sosok ulama besar dan dihormati di Jawa. Saya mohon maaf tidak ada niatan saya untuk melecehkan nama beliau,” tambah dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
BPOM menyebut sekitar 31 ribu sumber daya hayati Indonesia berpotensi menjadi produk kesehatan berbasis alam dan perlu hilirisasi riset.
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.