Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Ilustrasi traveling/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA-Ibadah puasa bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Meski berpuasa, Anda tetap bisa melakukan beberapa aktivitas termasuk traveling.
Tapi bagaimana caranya agar tetap berpuasa saat liburan?
Melansir Okezone--jaringan Harianjogja.com dari Alinear, berikut 5 tips yang bisa Anda lakukan ketika ingin traveling di bulan puasa. Supaya perjalanan tetap menyenangkan tanpa harus membatalkan puasa Anda.
Jika Anda ingin berwisata sambil berpuasa, perhatikan destinasi wisata yang akan Anda pilih. Sebaiknya pilih objek wisata yang dingin seperti hutan atau air terjun yang mudah dijangkau.
Jika Anda mengunjungi tempat wisata yang cenderung panas, akan membuat tubuh Anda cepat merasa haus dan lelah.
Selain memilih destinasi wisata yang dingin, perhatikan juga akses jalan menuju tempat tersebut. Pilih tempat wisata yang tidak membutuhkan usaha berat untuk mencapainya. Meski udaranya dingin, masih akan sulit jika harus berjalan jauh.
Oleh karena itu, pilihlah tempat wisata yang dekat dengan area parkir, sehingga Anda tidak perlu berjalan terlalu jauh. Anda juga bisa memilih tempat yang menyediakan sarana transportasi menuju lokasi wisata yang Anda tuju.
Hal lain yang juga harus Anda pertimbangkan jika ingin bepergian saat berpuasa adalah waktu mulai Anda. Pagi hari setelah salat subuh adalah waktu yang paling tepat untuk memulai perjalanan Anda, karena selain udara masih dingin dan matahari belum terbit, Anda juga masih punya banyak tenaga.
Jika Anda berangkat pada siang hari dan melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor, cuaca sangat panas dan Anda akan mudah merasa haus. Sore hari juga merupakan waktu yang tepat untuk memulai perjalanan karena cuaca tidak terlalu panas.
ika memulai perjalanan sore hari sebaiknya membawa makanan atau minuman untuk mengantisipasi jika masih dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa dan tidak menemukan penjual makanan atau minuman.
Salah satu kendala yang biasanya dialami oleh mereka yang melakukan perjalanan saat berpuasa adalah rasa kantuk. Jika di hari biasa rasa ngantuk bisa diatasi dengan minum kopi, tentu tidak bisa dilakukan saat berpuasa.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga fokus saat berkendara. Jika Anda mulai mengantuk, lebih baik istirahat dan jangan memaksakan diri.
Meski sedang dalam perjalanan, namun sholat lima waktu tidak boleh dilupakan. Saat mendengarkan azan, segera mampir ke masjid atau musala terdekat untuk sholat, termasuk sholat tarawih dan tadarus. Sehingga perjalanan Anda akan lebih nyaman dan ibadah Anda tetap terpenuhi.
Berita ini sudah tayang di Okezone.com dengan judul "5 Tips Traveling saat Ramadhan Tanpa Perlu Batalkan Puasa".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Panduan aman mengemudi mobil matic di tanjakan dan turunan. Kuasai teknik gigi rendah, engine brake, dan pengereman berirama untuk perjalanan nyaman!
Marc Marquez mengakui kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya jelang MotoGP Jerman 2026. Namun, rider Ducati itu optimistis menghadapi balapan di Sachsenring.
Sebanyak 108 posyandu di Bantul belum memenuhi indikator Posyandu Siklus Hidup Aktif. Dinkes Bantul menargetkan seluruh posyandu memenuhi standar layanan.
Badai cedera landa Swiss! Top skor Johan Manzambi dipastikan absen lawan Argentina di perempat final Piala Dunia.
Veda Ega Pratama memburu kebangkitan di Moto3 Jerman 2026 setelah gagal finis di Assen. Sachsenring menjadi sirkuit yang menyimpan kenangan manis bagi rider asa