Memalukan, HT untuk Karhutla Juga Dikorupsi BNPB
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar./Ist- tangkapan layar Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA-Atta Halilintar tengah menyiapkan lagu untuk menyambut kehadiran si buah hati, seiring dengan kehamilan Aurel Hermansyah yang masuk bulan ketujuh.
"Itu dari suara hati aku. Aku sudah mau bikin lagu dari anak pertama," kata Atta Halilintar saat ditemui di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2021).
Lagu tersebut sudah ingin dibuat ketika Aurel hamil untuk yang pertama kali. Tapi ketika itu Aurel alami keguguran.
Saat Aurel hamil lagi, Atta kembali bersemangat untuk menulis lagu.
"Pas sekarang ini ada kesempatannya. Aku nulis tengah malam," ucap Atta.
Baca juga: Maia Estianty Disebut Ria\' Gara-Gara Unggah Video Ini
Namun, Atta Halilintar belum mau membocorkan lebih detail soal lagunya tersebut. Jika sudah waktunya, lagu itu pasti akan dilempar ke publik.
"Ditunggu ya guys," katanya.
Soal perabotan bayi, Atta menyerahkan sepenuhnya pada sang istri. Sebab bayi mereka berjenis kelamin perempuan.
"Jadi yang lebih ngerti istri ketimbang aku," kata Atta Halilintar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Guru Besar UKI Angel Damayanti mengingatkan potensi penyalahgunaan gim online untuk propaganda ekstremisme dan mendorong penguatan literasi digital.