Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Skin tag/clevelandclinic.org
Harianjogja.com, JAKARTA – Untuk merawat kulit dengan benar, sebaiknya Anda rutin memeriksa perubahan pada tubuh, mengajukan beberapa pertanyaan ke dokter kulit dan memulai rejimen perawatan jika diperlukan.
Salah satu masalah yang paling umum dijumpai adalah skin tag.
Melansir Reviewed, Jumat (12/11/2021), skin tag atau yang disebut dengan acrochordon adalah daging yang tumbuh di permukaan kulit, memiliki ukuran kecil dan menyerupai kutil. Mereka bisa saja memiliki warna yang sama dengan kulit di sekitarnya atau memiliki warna yang lebih gelap.
Diperkirakan 50 hingga 60 persen orang dewasa akan mengalami setidaknya satu kali skin tag, tetapi kondisi ini lebih umum terjadi pada mereka yang berusia 40 an atau lebih.
Dr. Alexander Zuriarrain, ahli bedah plastik bersertifikat ganda, mengatakan, beberapa orang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan peningkatan kecenderungan untuk mengembangkan skin tag. Namun, individu-individu ini langka dan tidak mewakili sebagian besar populasi.
Skin tag tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman saat pakaian, perhiasan atau bahkan kuku Anda tidak sengaja tersangkut di skin tag ini. Mereka dapat muncul di bagian tubuh manapun, namun wajah dan punggung adalah area yang paling sering mengalami kondisi ini.
Bisakah Anda menghilangkan skin tag di rumah? Anda mungkin tergoda untuk menghilangkan skin tag di rumah. Tetapi Zuriarrain tidak menyarankan hal ini dan meminta Anda untuk menyerahkannya ke dokter.
Salah satu alasannya adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhannya jinak, bukan ganas, dengan mengirimkannya ke patologi untuk diteliti. Selain itu, dokter memiliki peralatan yang tepat seperti anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit, atau menggunakan pisau bedah untuk menghilangkan skin tag.
Setelah skin tag dipotong, sangat jarang untuk mereka dapat tumbuh kembali di tempat yang sama, meskipun Anda mungkin akan melihat mereka lebih banyak lagi di bagian tubuh lainnya di masa mendatang.
Bisakah skin tag ini dicegah?
Sayangnya, hanya sedikit yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terbentuknya skin tag. Kadang-kadang, skin tag dapat terjadi di area dengan gesekan kulit yang meningkat, seperti pada area ketiak. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyampaikan kekhawatiran Anda tentang kondisi ini kepada dokter kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.