PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech/BBC
Harianjogja.com, JAKARTA – Vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun saat ini belum banyak tersedia. Para ahli kesehatan ingin memastikan keamanan vaksin pada generasi muda ini.
Direktur tim peneliti vaksin Vaderbilt, Dr. C. Buddy Creech mengatakan kepada Healthline bahwa butuh waktu lebih lama karena tidak dapat mengasumsikan dosis vaksin yang sama pada orang dewasa.
“Misalnya, karena anak-anak merespon vaksin mRNA dengan sangat baik terhadap Covid-19, kami dapat menentukan dosis yang jauh lebih kecil – setengah, seperempat, atau bahkan sepersepuluh dari dosis – agar menghasilkan respon imun yang serupa dengan apa terjadi pada orang dewasa,” ujar dr. Creech.
Saat ini vaksin yang tersedia untuk usia 12 tahun ke atas adalah Pfizer dan Moderna. Produsen vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna saat ini juga melakukan percobaan bagi anak di bawah 12 tahun.
Creech mengatakan, “Saat ini, percobaan dilakukan dengan interval waktu yang sama untuk anak-anak, yaitu dengan jarak 3 minggu untuk Pfizer dan 4 minggu untuk Moderna”.
Memperpanjang jarak antar dosis akan lebih menguntungkan secara imunologi bagi orang yang memiliki risiko rendah terhadap komplikasi penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Health Line, Bisnis.com
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
KSPI dan Partai Buruh mengusulkan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5%-9,5% berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Kapolri Suyudi Ario Seto kembali mutasi pejabat Polri. Kombes Suhasto menggantikan Brigjen Ade Safri sebagai Dirtipideksus Bareskrim.
Telkom mempercepat program streamlining 50 entitas anak usaha untuk menyederhanakan portofolio, memperkuat bisnis inti, meningkatkan efisiensi.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.