Google Investasikan 15 Miliar Dlar AS untuk Perkuat AI di Finlandia
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Memakan ayam yang gosong bisa berdampak buruk bagi kesehatan/Foto: Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Konsumsi makanan gosong dapat memicu munculnya sel kanker.
Memanggang dengan arang memiliki korelasi dengan meningkatkan risiko kanker. Bukan berarti tidak boleh memanggang makanan, tapi ada hal yang harus diperhatikan agar memanggang menghasilkan makanan yang aman, enak, dan sehat untuk dikonsumsi.
Apa Itu Karsinogen?
Karsinogen adalah suatu zat yang dapat menyebabkan kanker. Secara umum, arang bukan zat karsinogen, namun memasak dengan arang dapat memunculkan sifat karsinogenik.
Ada dua alasan mengapa zat tersebut muncul. Pertama, memasak dengan arang menggunakan temperatur tinggi. Kedua, arang menimbulkan banyak asap.
Arang bukanlah satu-satunya cara memasak dengan temperatur tinggi. Tidak semua produk makanan merespon hal yang sama saat dimasak dengan cara dipanggang menggunakan arang. Beberapa cara memanggang dengan arang juga ada yang aman sehingga risiko terbentuknya zat karsinogen akan berkurang.
Jadi Memanggang itu Menyebabkan Kanker?
Memanggang dengan temperatur tinggi memang menaikkan risiko kanker. Ketika Anda memanggang daging di atas arang dengan temperatur tinggi, proses tersebut akan menciptakan heterocyclic amines (HCAs) atau dikenal dengan karsinogen.
Zat tersebut terbentuk ketika suhu tinggi menyebabkan asam amino bereaksi dengan kreatina (asam pada otot) dalam daging.
Reaksi ini menimbulkan gosong pada makanan dan panggangan. Tanda gosong ini hanya terbentuk pada daging yang mengandung kreatina. Jenis daging yang mengandung kreatina yaitu daging sapi, babi, kambing, domba, ayam, ikan, dan kalkun. HCAs juga terbentuk saat memasak dengan temperatur tinggi menggunakan penggorengan.

Selain HCAs, memanggang juga membentuk polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Ketika barbeku, lemak pada daging akan jatuh ke arang atau permukaan yang panas dan menimbulkan asap. Zat PAHs inilah yang akan menempel pada daging saat dipanggang.
PAHs juga terbentuk saat daging dimasak dengan metode diasapi. Baik HCAs dan PAHs dianggap karsinogenik dan dapat mengubah DNA manusia.
Memanggang dengan gas akan lebih baik dari pada arang. Penggunaan gas meminimalkan asap dan tidak sepanas arang.
Untuk tetap dapat barbeku di akhir pekan, hendaknya cermat sebelum memanggang dan buang bagian yang gosong sebelum dimakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Arsenal menang 4-2 atas Ipswich Town di Piala Liga Inggris. Max Dowman mencetak dua gol dan Arsenal lolos ke putaran keempat.
Hari Ozon Sedunia diperingati 16 September. Simak sejarah, tema 2026, fungsi lapisan ozon, dan alasan perlindungannya penting.
Lowongan magang DPR RI 2026 tersedia di SMART. Cek posisi, batas pendaftaran, syarat dokumen, dan cara daftar secara online.
New York mempertimbangkan larangan YouTube di sekolah untuk mengurangi ketergantungan siswa pada gawai dan teknologi digital.
Jadwal Moto3 Austria 2026 di Red Bull Ring, termasuk sesi latihan, kualifikasi, dan balapan Veda Ega Pratama.