Advertisement
Hasil PCR Masih Positif Covid-19 Meski Sudah Selesai Isolasi, Bahayakah?
Petugas melakukan tes usap atau PCR test virus Covid-19 di Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). GSI Lab melakukan tes usap Covid-19 secara walk thru, ride thru, dan drive thru. Bisnis - Hendri T Asworo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Pasien Covid-19 yang telah melewati masa isolasi akan tetap dipulangkan meskipun hasil tes masih positif.
Hal tersebut menjadi tanda tanya di masyarakat apakah ini membahayakan untuk menularkan virus.
Advertisement
Banyak yang mempertanyakan kenapa meskipun telah melewati empat belas hari, namun hasil PCR-nya masih positif, dengan nilai CT Value tertentu, namun pasien di izinkan pulang.
Dokter umum, dr. Adam Prabata melalui Instagram resminya menjelaskan bila CT Value tidak dapat menunjukkan seseorang masih menularkan Covid-19.
"Cara untuk mengetahui seseorang masih menularkan Covid-19 adalah dengan kultur virus," ujarnya dikutip dari akun instagramnya @adamprabata.
Adam memaparkan, hasil PCR masih dapat positif setelah pasien dinyatakan sembuh, namun risiko penularan Covid-19 minimal karena mayoritas hasil kultur virus negatif.
Baca juga: IDI: Sudah 401 Dokter Gugur karena Covid-19, Terbanyak Usia 56-60 Tahun
Menurutnya, hal itu karena PCR tidak bisa membedakan virus yang infeksius. Karena itu, katanya, pada fase akhir penyakit, PCR masih bisa positif dengan CT value rendah, namun pasien sudah tidak menularkan.
Hasil PCR Covid-19 positif pada fase akhir penyakit tidak selalu menunjukkan seseorang masih dapat menularkan Covid-19 atau tidak.
Hasil PCR Covid-19 positif dapat bertahan dalam jangka waktu lama, bahkan hingga 3 bulan sejak terinfeksi padahal pasien sudah tidak menularkan.
"Isolasi terlalu lama tidak efisien, padahal pasien sudah tidak lagi menularkan," katanya.
Kesimpulannya, menurut dr Adam, pasien Covid-19 yang sudah selesai isolasi, namun hasil swab PCR asih positif, memiliki risiko minimal untuk menularkan virus sehingga sudah dianggap selesai isolasi.
Tapi, yang terpenting, keputusan menyelesaikan isolasi harus didasarkan pada pertimbangan dan keputusan dokter yang merawat.
"Keputusan selesai isolasi mandiri dan menyatakan pasien Covid-19 sudah sembuh tetap memerlukan pertimbangan dan keputusan dari dokter yang merawat, karena setiap pasien itu unik dan tidak sama persis dengan panduan yang ada," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KJRI Jeddah: Jemaah Umrah Korban Bus Terbakar Pulang 31 Maret
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Prakiraan Cuaca Sabtu 28 Maret Hujan Ringan Merata di DIY
- Diguyur Hujan Deras, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara
Advertisement
Advertisement







