Warga di Jogja Galang Donasi Korban Gempa NTT di Festival Mustika Rasa
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.
Raisa saat manggung. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA--Raisa Andriana tetap aktif berinteraksi dengan penggemar selama pandemi melalui bincang-bincang langsung di media sosial hingga manggung secara daring.
Meski secara teori terdengar lebih praktis, tapi menurut Raisa manggung "online" rasanya jauh lebih melelahkan dibanding langsung di depan penonton.
"Biasanya aku dapat \'energi\' dari penonton pas tampil, kalau ini [daring], seolah kita kasih energi, tapi enggak ada yang balikin," ujar Raisa di gelar wicara daring bertajuk “bu Sehat, Keluarga Sehat, Jumat (4/9/2020) malam.
BACA JUGA : Raisa dan Katon Bakal Ramaikan Konser Amal FKKMK UGM
Ketika manggung di hadapan banyak penonton, dia bisa melihat langsung reaksi dan semangat dari orang-orang yang mendengarkan lagunya. Saat ini, Raisa hanya berhadapan dengan kamera dan tidak bisa menatap para penonton, meski pertunjukan secara virtual bisa menjangkau khalayak lebih luas.
Sama halnya dengan rapat secara daring melalui aplikasi seperti Zoom, Raisa juga merasa lebih lelah setelah pertemuan "online" dibanding berdiskusi secara langsung.
Menurut psikolog anak Saskhya Aulia Prima, wajar untuk merasa lelah akibat bekerja secara daring pada masa adaptasi kebiasaan baru. Manusia pada dasarnya lebih terbiasa berinteraksi secara langsung dengan orang lain.
BACA JUGA : Raisa Masuk Nominasi 100 The Most Beautiful Face 2020
"Lewat daring ada delay response, kalau langsung kita bisa lihat ekspresi ([awan bicara], tek tokan jadi enak. Kalau melalui layar, rasanya kurang nyaman," jelas Saskhya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.
Komdigi menjembatani Yogi dengan Telkomsat dan Starlink agar penyediaan internet di Mentawai dapat dilakukan secara legal dan berizin.
Truk dump kecelakaan di Jalan Magelang Sleman, Sabtu pagi. Sopir dan penumpang luka setelah truk menabrak tiang telepon dan masuk parit.
Akademisi mendorong RPPLH DIY 2026–2056 terintegrasi dengan tata ruang, pembangunan, penganggaran, dan program lingkungan.
Kemenhub mempercepat perbaikan terminal, bandara, dan pelabuhan terdampak gempa NTT. Distribusi logistik dialihkan lewat jalur laut jika akses darat terganggu.