Musim Hujan November 2026, BNPB Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.
Via Vallen. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA- Pedangdut Via Vallen buka-bukaan soal apa yang certa hidupnya di masa pandemi Covid-19. Ia tak habis pikir mengapa dirinya dituduh warganet membuat skenario atas pembakaran mobil miliknya.
"Justru yang bikin kepikiran itu komentar di luar. Yang bilang ini tuh settingan, buat dongkrak popularitas," kata Via Vallen saat jadi bintang tamu Rumpi, Selasa (28/7/2020).
Baca juga: Gaya Nyentrik Rambut Pasha Ungu, Dulu Skin Fade Dicibir, Kini Pirang Dipuji Keren
Ketika mobilnya terbakar, Via tak memiliki kegiatan manggung akibat pandemi virus corona (Covid-19). Untuk menghidupi keluarga, dia cuma mengandalkan tabungan.
Karenanya, Via melanjutkan, tak masuk akal bila dirinya membuat sensasi dengan cara membakar mobil.
"Penghasilan masih kosong, kita cuma andelin tabungan. Kayaknya kebanyakan uang banget kalau misalnya aku mau dongkrak popularitas sampai ngebakar mobil, kayaknya keterlauan sih," ujarnya menuturkan.
Baca juga: Dru, Widuri, Den Bagus Rilis Lagu Kolaborasi
Mobil Via Vallen yang tengah diparkir di depan rumahnya, Desa Kalitengah Selatan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terbakar pada Selasa (30/7/2020) dini hari.
Tak lama setelah perisitiwa itu terjadi, Pije, pelaku pembakaran mobil Via Vallen, menyerahkan diri ke kantor polisi.
Kepada polisi, Pije mengaku sebagai penggemar Via. Adapun motif membakar mobil tersebut karena sakit hati diusir saat hendak bertemu Via di rumahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.
Kejagung membantah kabar penangkapan jenderal Polri. Sementara itu, Polri masih mengecek isu pemeriksaan dua petinggi terkait kerusuhan Jogja.
Aliansi Jogja Memanggil menagih janji Wali Kota Hasto Wardoyo menanggung biaya pengobatan korban kerusuhan 28 Oktober 2026.
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
RSJ Grhasia DIY memperluas layanan kesehatan nonjiwa dengan membangun gedung baru yang akan menyediakan layanan spesialis penyakit dalam, anak, dan kebidanan.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai sekitar Rp58 miliar, melampaui target Rp57 miliar. Pemkab tetap mendorong kepatuhan wajib pajak.