Marc Marquez Temukan Feeling Motor Ducati Usai Modifikasi di Motegi
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Via Vallen. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA- Pedangdut Via Vallen buka-bukaan soal apa yang certa hidupnya di masa pandemi Covid-19. Ia tak habis pikir mengapa dirinya dituduh warganet membuat skenario atas pembakaran mobil miliknya.
"Justru yang bikin kepikiran itu komentar di luar. Yang bilang ini tuh settingan, buat dongkrak popularitas," kata Via Vallen saat jadi bintang tamu Rumpi, Selasa (28/7/2020).
Baca juga: Gaya Nyentrik Rambut Pasha Ungu, Dulu Skin Fade Dicibir, Kini Pirang Dipuji Keren
Ketika mobilnya terbakar, Via tak memiliki kegiatan manggung akibat pandemi virus corona (Covid-19). Untuk menghidupi keluarga, dia cuma mengandalkan tabungan.
Karenanya, Via melanjutkan, tak masuk akal bila dirinya membuat sensasi dengan cara membakar mobil.
"Penghasilan masih kosong, kita cuma andelin tabungan. Kayaknya kebanyakan uang banget kalau misalnya aku mau dongkrak popularitas sampai ngebakar mobil, kayaknya keterlauan sih," ujarnya menuturkan.
Baca juga: Dru, Widuri, Den Bagus Rilis Lagu Kolaborasi
Mobil Via Vallen yang tengah diparkir di depan rumahnya, Desa Kalitengah Selatan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terbakar pada Selasa (30/7/2020) dini hari.
Tak lama setelah perisitiwa itu terjadi, Pije, pelaku pembakaran mobil Via Vallen, menyerahkan diri ke kantor polisi.
Kepada polisi, Pije mengaku sebagai penggemar Via. Adapun motif membakar mobil tersebut karena sakit hati diusir saat hendak bertemu Via di rumahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.