Prabowo Tawarkan 138 Blok Migas RI kepada Investor Rusia
Prabowo menawarkan 138 blok migas eksplorasi Indonesia kepada investor Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama teknologi dan hilirisasi.
Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Harianjogja.com, JAKARTA – Tingginya minat masyarakat dalam bersepeda belakangan ini membuat Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) memprediksi bahwa sepeda bisa menjadi moda transportasi di Tanah Air. Hal itu akan memberikan dampak pada pendapatan pelaku rental sepeda.
Sekjen Apsindo, Eko Wibowo mengatakan bahwa ini adalah peluang bagi penyewaan sepeda, karena tren bersepeda di masa pandemi Covid-19 tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, pada kuartal III/2020 saja permintaan sepeda meningkat dengan signifikan.
“Pertumbuhannya dalam kuartal III/2020 pertumbuhannya tiga sampai empat kali lipat dan ini berkorelasi ke bisnis rental sepeda. Penggunaan sepeda akan makin lazim untuk menjadi moda transportasi ke depan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis, (23/7/2020).
Dia menjelaskan bahwa strategi yang bisa diterapkan oleh pelaku rental sepeda dan pemerintah daerah (pemda) adalah untuk menyediakan hub atau titik yang ramai dilalui oleh masyarakat untuk ditempatkan sepeda di sana. Kemudian, dia berharap pelaku rental sepeda untuk lebih kreatif dalam mempromosikan ini bisa melalui kerja sama dengan komunitas dan lainnya.
Baca Juga: Bersepeda Marak, Pabrik Sepeda Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar
Founder Kayuh dan Code Margonda Crative Hub, Didi Diarsa Adiana mengamini bahwa tren penyewaan sepeda naik seiring dengan kegembiraan masyarakat untuk bersepeda setelah berdiam cukup lama. “Iya, [permintaan] naik sekitar 3-4 kali lipat,” ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan bahwa untuk strategi untuk menarik minat masyarakat, lelaki yang membuat sepeda dari kayu ini meyakini bahwa keunikan menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Pesepeda Ambruk dan Meninggal di Underpass YIA
“Pastinya siapkan sepeda cukup banyak dan unik ya, untuk harga sewa [masyarakat] tidak ada masalah karena masyarakat sedang demam bersepeda sampai stok suku cadang dan aksesoris sulit ditemukan karena stok habis,” ucapnya.
Tantangan Sepeda sebagai Moda Transportasi
Namun, Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang melihat bahwa untuk menjadikan sepeda sebagai moda transportasi masih memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, penyewaan sepeda masih berkutat di kawasan wisata.
“Menurutku bisnis penyewaan di Indonesia, masih [kuat] di kawasan wisata. Masalahnya adalah kawasan wisata masih banyak yang tertutup bagi banyak orang. Adapun, strategi yang dibutuhkan adalah mulai penerima sepeda sebagai alat transportasi. Maka harus disiapkan parkiran khusus sepeda, di mal, di stasiun, di kantor, dan lainnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Prabowo menawarkan 138 blok migas eksplorasi Indonesia kepada investor Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama teknologi dan hilirisasi.
Xiaomi merilis MiMo-V2.6, AI open source multimodal yang mampu coding, membuat model 3D, hingga mengendalikan robot Franka Panda dalam simulasi.
Air laut dalam berpotensi dikembangkan menjadi industri baru Indonesia, mulai dari air minum, mineral, pangan hingga akuakultur dan energi laut.
Tim verval mulai memeriksa gerai KDMP Kulonprogo. Gerai Tirtorahayu, Galur, disebut memiliki fasilitas fisik dan armada yang siap
Kopdes Merah Putih mulai soft launching Oktober 2026. Sekitar 23 ribu bangunan selesai, 17 ribu KDKMP menjalani verifikasi dan validasi.
Hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 dikabarkan turun dari US$1 juta menjadi US$650.000. FIFA belum mengonfirmasi perubahan tersebut.