Hari Ketujuh Pencarian KM Nurul Salsa, Satu Jenazah Ditemukan
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.
Farida saat melayani penjualan daging ayam di Pasar Beringharjo, Jumat (27/7/2018). /Harian Jogja- Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, AS-Sebagian orang masih merasa jijiki jika tidak mencuci daging ayam sebelum memasakknya. Mereka masih ragu kendati sudah ada imbauan untuk tidak mencuci daging ayam mentah sebelum dimasak.
Ada yang merasa jijik dengan lendir yang menempel pada daging ayam jika tidak dicuci.
Nah, menjawab keraguan banyak orang ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit serta Layanan Keamanan dan Inspeksi Makanan Departemen Pertanian AS, secara tegas dan jelas menyebut bahwa Anda memang tidak perlu mencuci ayam mentah sebelum dimasak.
Kedua lembaga itu menyebut bahwa potensi penyebaran Campylobacter dan Salmonella - bakteri yang ditemukan pada ayam mentah dan kalkun yang diketahui menjadi peyebabkan keracunan makanan - sebagai alasan utama untuk tidak mencuci unggas.
"Selama mencuci, jus ayam dapat menyebar di dapur dan mencemari makanan, peralatan, dan meja lainnya," demikian pedoman CDC.
Baca Juga: Sulit Temukan Sarana Cuci Tangan di Pasar Tradisional Kota Jogja
Ironis ketika Anda mencuci ayam mentah untuk menyingkirkan bakteri, tetapi justru dengan melakukan itu Anda malah menyebarkan organisme tersebut lebih luas.
"Beberapa bakteri sangat melekat erat sehingga Anda tidak bisa menghilangkannya, tak peduli berapa kali Anda mencuci," kata USDA.
Dengan menempatkan daging ayam di bawah keran dan air mengalir, para ahli mengatakan, kita menyebabkan percikan dan kontaminasi silang yang justru ingin kita hindari.
USDA mengutip sebuah studi 2019 yang menemukan 60% orang yang mencuci unggas mentah memiliki bakteri di wastafel mereka sesudahnya, dan 14% masih memiliki bakteri bahkan setelah mereka membersihkan wastafel.
Patrick McNiff, pemilik Pat\'s Pastured, sebuah peternakan di Rhode Island, mematuhi standar keamanan yang disarankan.
"Ada beberapa hal yang kami tidak setuju dengan USDA, tetapi dalam kasus ini kami cenderung setuju," kata McNiff.
Tapi, tidak semua orang berbagi pendapat McNiff, termasuk koki hebat almarhum Julia Child. Koki itu kerap mencuci daging unggas sebelum menyiapkan makanan, dengan disesalkan oleh rekannya sendiri, Julia & Jacques Cooking at Home, tuan rumah Jacques Pepin, yang menolak untuk mencuci ayam.
Baca Juga: Sulit Temukan Sarana Cuci Tangan di Pasar Tradisional Kota Jogja
Michael Ruhlman, penulis buku-buku yang berhubungan dengan makanan di Amerika, termasuk "Grocery: The Buying and Jual of Food in America," mengikuti metode Child, menempatkan dagingnya di bawah air sebelum memasaknya - walaupun tidak harus menghilangkan bakteri.
"Saya lebih suka tidak ada lendir pada ayam saya," kata Ruhlman.
"Saya tidak percaya ada banyak risiko dengan mencuci ayam" dan "Saya menepuknya sampai kering dan mencuci tangan sesudahnya."
Ruhlman dan yang lainnya tidak meragukan keberadaan Salmonella dan Campylobacter. Namun, mereka lebih peduli dengan ayam yang bersih tanpa lendir.
Jadi, bagaimana cara menyingkirkan bakteri yang tidak diinginkan dan berbahaya pada unggas mentah jika mencuci tidak disarankan?
Menurut USDA dan CDC, memasak ayam sampai suhu internal sekitar 75 derajat Celcius akan membunuh semua bakteri. Para ahli menyarankan penggunaan termometer makanan untuk memastikan suhu optimum tercapai.
Kiat ahli lainnya untuk menghindari kontaminasi silang adalah meliputi pembersihan peralatan dan talenan setelah mereka bersentuhan dengan daging mentah, dan penggunaan talenan plastik alih-alih kayu ketika berurusan dengan unggas, sehingga permukaan talenan tidak menyimpan cairan daging yang tidak diinginkan.
Beberapa orang bahkan menyarankan untuk tidak menuangkan cairan dari ayam mentah ke saluran pembuangan. Cairan tersebut harus diikat di dalam plastik dan dibuang ke tempat sampah untuk meminimalkan kemungkinan kontaminasi dapur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira 2026 di Istana Merdeka.
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.