Hujan Intensitas Tinggi Guyur Merapi Sabtu Siang, Waspada Lahar
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Jeon Somi - Youtube
Harianjogja.com, SEOUL—Penyanyi solo dalam dunia K-pop, Jeon Somi merilis single terbaru berjudul What Your Waiting For. Lagu ini berjarak satu tahun sejak debut pertamanya dengan lagu Birthday.
Lagu terbaru yang bergenre R&B dance pop diperdengarkan secara resmi lewat situs streaming, Rabu (22/7). Somi bekerja sama dengan produser Teddy, pendiri label The Black Label, yang memproduksi dan menulis lagu barunya.
Baru-baru ini Somi menandatangani kesepakatan manajemen dengan Interscope, sub label Universal Music Group, dan bersiap meramaikan industri musik dunia.
"Baru setahun sejak Somi debut, tapi dia sudah bernaung di tempat yang berisi artis-artis papan atas," kata The Black Label seperti disebut Korea Times, dan dikutip Antara, Kamis (23/7).
"Orang-orang di AS melihat potensinya dari apa pengaruh Somi terhadap audiens global, bahkan ketika dia belum pernah tampil di sana."
Gadis dengan ibu asal Korea Selatan dan ayah Belanda dan kelahiran Kanada mendapat ketenaran setelah menempati peringkat pertama dalam Produce 101 musim pertama yang melahirkan grup I.O.I beranggotakan 11 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Korea Times
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.