Rupiah Melemah dan Konflik Timur Tengah Tekan Industri Manufaktur
Pelemahan rupiah dan konflik Timur Tengah meningkatkan tekanan industri manufaktur Indonesia. Sektor tekstil, otomotif, hingga farmasi paling rentan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Penelitian terhadap Virus Covid-19 terus dilakukan para ahli dari berbagai negara. Para peneliti dari Long School of Medicine di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio menemukan fakta bahwa anak-anak lebih kuat menghadapi infeksi virus corona.
Melansir Times of India, Selasa (7/7/2020), dalam laporannya yang diterbitkan dalam jurnal EClinicalMedicine, sebuah jurnal The Lancet, mereka menemukan angka kematian yang minim pada anak-anak.
Penelitian yang dilakukan selama empat bulan sejak akhir Januari lalu ini dan mengambil data klinis lebih dari 7.500 anak-anak dan dewasa ini mendapati bahwa 19 persen anak dengan Covid-19 tidak memiliki gejala, 21 anak-anak lesi bercak pada rontgen paru-paru, 5,6 persen menderita koinfeksi, seperti flu, di atas Covid-19.
Baca juga: Sakit Kepala Jadi Salah Satu Gejala Terinfeksi Virus Corona
Kemudian 3,3 persen dirawat di unit perawatan intensi dan hanya ada tujuh kematian yang dilaporkan.
"Dalam penelitian ini kami melaporkan gejala yang paling umum, mengukur temuan laboratorium, dan menggambarkan karakteristik pencitraan anak-anak dengan Covid-19. Selain itu, kami merangkum perawatan yang diberikan dan menawarkan pandangan awal dari segelintir pasien yang memenuhi kriteria Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS untuk sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak,” kata Alvaro Moreira, penulis senior dalam studi ini, dilansir dari Science Daily.
Adapun gejala yang paling umum di antara anak-anak sama dengan yang terjadi pada orang dewasa, yakni berupa demam dan batuk. Sekitar 56 persen anak memiliki dua gejala ini.
Baca juga: Ini 30 Jenis Profesi yang Diprediksi Populer di Masa Depan
Sebanyak 152 anak memiliki riwayat medis seperti penyakit jantung, pernapasan, atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Sementara itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih baik siapa yang lebih berisiko mengembangkan peradangan parah dan kegagalan multiorgan karena infeksi coronavirus yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.