Kaspersky Ungkap Modus Baru Promosi Judi Online di Media Sosial
Kaspersky mengungkap promosi judi online kini memanfaatkan bot, akun media sosial palsu, dan spam komentar sehingga lebih sulit dideteksi.
Warga mengambil air dari telaga Banteng di Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Sabtu (30/6/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JAKARTA-- Kemarau yang menyebabkan kekeringan dapat menimbulkan masalah kesehatan gizi meski dampaknya tidak secara langsung.
"Secara ekologi, kemarau, suhu tinggi, panas menyebabkan sulitnya akses air," kata Ahli gizi Profesor Dr. Hardinsyah MS, dikutip dari Antara, Senin (8/7/2019).
Kesulitan akses terhadap air itu, kata dia, memengaruhi ketersediaan makanan dan minuman serta kebersihan dan keamanannya.
Krisis air tersebut dapat mengurangi produksi pertanian dan pada akhirnya meningkatkan harga bahan makanan.
Kenaikan harga makanan tersebut dapat juga mengurangi daya beli masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah.
Kenaikan harga makanan juga dapat mendorong masyarakat beralih membeli bahan makanan yang gizinya lebih rendah.
Peralihan konsumsi ke sumber makanan yang bergizi rendah dengan periode waktu cukup lama dapat meningkatkan risiko terkena malnutrisi atau gizi buruk.
Karena itu, Hardinsyah mengimbau masyarakat untuk tetap mengonsumsi makanan yang bergizi dengan harga yang lebih terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kaspersky mengungkap promosi judi online kini memanfaatkan bot, akun media sosial palsu, dan spam komentar sehingga lebih sulit dideteksi.
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.
Pola pengasuhan anak yang sehat kini menjadi fokus utama dalam rangkaian program literasi yang digalakkan di Pemda DIY.
Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi
Wisata Sungai Oya di Tahura Bunder viral. Pengelola menegaskan kawasan ini tidak gratis dan retribusi mengacu Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023.