Asbanda Dorong BPD Optimalkan SIPD-RI dan Siskeudes-Link
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Harianjogja.com, JOGJA—Sukses dengan album rohani perdana yang dirilisnya 2006, musisi Djaduk Ferianto kembali merilis album rohani. Mengambil tajuk Hai Mari Berhimpun, album rohani yang berisikan sembilan lagu itu diluncurkan Senin (8/12/2014).
Album yang dibuatnya tanpa melibatkan penyanyi nasional itu akan disebar di 14 gereja yang ada di DIY. Sama seperti album pertamanya, hasil penjualan album kedua Djaduk ini juga akan ditujukan untuk kepentingan sosial, yakni disumbangkan untuk sebuah yayasan yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Maumere, Nusa Tenggara Timur.
"Saya yakin, tingkat kecerdasan anak-anak di sana tak kalah dengan anak-anak di [Pulau] Jawa," kata Djaduk saat menggelar Jumpa Pers di Kembang Seruni Resto, Senin (8/12/2014).
Djaduk menjelaskan, album Hai Mari Berhimpun yang dirilis sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu. Namun, menurutnya, 2014 adalah momentum yang tepat untuk merilisnya, dengan alasan tahun ini adalah tahun politik, di mana situasi kerukunan masyarakat Indonesia yang multikultural tengah diuji.
"Masyarakat Indonesia kini sudah harus merayakannya secara bersama-sama. Sudah saatnya, sekarang masyarakat kembali bersatu, untuk Indonesia baru," ujarnya.
Dia juga membantah album Hai Mari Berhimpun hanya dipandang sebagai album rohani secara sempit. Secara pribadi, ia menilai musik adalah bersifat universal. Dengan begitu, meski mengandung lirik-lirik yang biasa menjadi nyanyian ibadah umat Kristiani, namun, secara umum album itu lebih ditujukannya untuk seluruh pecinta musik.
"Saya ingin Natal dan hari perayaan agama apapun itu tidak menjadi milik umat agamanya saja, tapi juga bisa berdampak luas untuk seluruh masyarakat Indonesia," paparnya.
Dari sembilan lagu di album tersebut, ia menyisipkan satu lagu ciptaannya bersama seorang pendeta asal Jakarta, Benny Susetyo. Dalam lagu berjudul Tentrem, Romo Benny Susetyo bertindak sebagai pencipta lirik, sedangkan ia yang mengaransemen musiknya.
Tak hanya itu, Djaduk juga mengajak keluarganya untuk berkolaborasi. Istrinya, Petra dan putrinya Carola Ratu Hening dilibatkannya untuk mengisi vokal di dua lagu, yakni Jrih Tresna Kawula dan Salib di Puncak Kalvari. "Satu lagi penyanyi tamu, saya minta Anita Siswanto [vokalis Kua Etnika] untuk menyanyi di lagu Putri Sion," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.