Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Harian Jogja.com, JOGJA—Tidak hanya musisi yang bisa menciptakan lagu. Orang awam pun sebanarnya punya kemampuan mencipta lagu. Setidaknya inilah yang terlihat dari pentas Festiv`LA#3 di Kedai Kebun Forum, Jalan Tirtodipuran, Rabu (17/7/2013).
Bermodal bisa sedikit bernyanyi enam peserta yang tampil ternyata mampu memukau penonton. Padahal mereka bukanlah musisi. Beberapa di antaranya bahkan pemain teater.
Dengan penuh percaya diri, para musisi dadakan ini tampil secara solo maupun berkelompok. Lagu yang dibawakan sebagian besar bercerita tentang kisah hidup mereka. Seperti kandasnya hubungan asmara, kisah persahabatan hingga protes terhadap kondisi lingkungan. Semua lagu itu dibawakan dengan gaya khas mereka masing masing.
Respons penonton pun beragam. Ada yang terpaksa menutup sedikit telinga namun juga ada yang memberi tepuk tangan meriah melihat penampilan mereka.
Salah satu peserta, Alex Suhendra, asal Cirebon, Jawa Barat mengaku mengenal gitar dan musik baru beberapa tahun ini. Latar belakangnya sebenarnya adalah seorang aktor.
“Tapi prinsipnya sama saja. Toh, pemain teater atau musisi tampil diatas panggung. Yang terpenting adalah bagaimana lagu yang dibawakan bisa lebih hidup di panggung,” ujar dia, seusai pentas, Rabu (17/7/2013).
Selain Alex, penampilan Yuliono juga terbilang sukses. Seniman pantomim ini bahkan membuat penonton terpingkal-pingkal. Dalam pentas tersebut, Yuliono bukan saja mempertontonkan aksi unik tatkala bersiul sembari memainkan gitar, lagu yang ia nyanyikan cukup lucu karena idenya simple. Yuliono melantukan lagu berjudul Masqueto atau Nyamuk. Lagu ini diciptakannya berdasarkan pengalaman Yuliono yang harus terjaga dari tidurnya gara – gara gigitan nyamuk.
Festiv`LA#3 digagas oleh Kedai Kebun Forum berkolaborasi dengan sejumlah seniman yang tergabung dalam kelompok bernama Forum Pencipta Lagu Muda. Menurut Ahmad Jalidu, koordinator peserta, pentas ini digelar untuk memberi wadah bagi mereka yang berkeinginan mempresentasikan lagu mereka dihadapan penonton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Minggu 12 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.