Prabowo Akhirnya Terima Kartu Anggota NU di Muktamar ke-35
Prabowo Subianto menerima Kartanu dari PBNU saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Harianjogja.com, JAKARTA - Minuman bubble tea kini mulai digemari terutama anak-anak. Namun, belakangan minuman ini menjadi sorotan terutama mengenai kandungan gizinya. Lalu, apakah minuman ini tak menyehatkan tubuh?
Seperti dilansir laman Livestrong, bubble tea ternyata tak terlalu bergizi. Kendati memang, teh mengandung antioksidan yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.
Bubble atau butiran mutiara dalam minuman terbuat dari tapioka. Lalu untuk menghasilkan rasa manis, seringkali kali gula dan terkadang susu kental manis ditambahkan.
Gula inilah yang membuat minuman ini tinggi kalori sehingga sulit masuk ke dalam diet sehat.
Biasanya satu porsi bubble tea mengandung 1/2 cangkir mutiara berbahan tapioka, 1/4 cangkir gula dan 1/8 cangkir susu kental manis. Kandungan ini menambahkan sekitar 453 kalori ke dalam diet Anda.
Sementara batas aman konsumsi gula tambahan menurut Asosiasi Jantung Amerika yaitu 6 sendok teh untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria per hari.
Sebenarnya, ada cara agar bubble tea bisa sedikit lebih menyehatkan. Caranya, coba ganti gula biasa dengan menggunakan 1 sendok makan brown sugar.
Lalu, tukar susu kental manis dengan susu rendah lemak serta santan. Dengan begitu, kalori bubble tea sekitar 150 per porsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo Subianto menerima Kartanu dari PBNU saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong Festival Babad Siti Kemantren tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian sejarah, tetapi berkembang menjadi penggerak
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.