KPK Duga Kantah di Jatim Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Ilustrasi penelitian seputar kanker./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, INGGRIS--Ilmuwan kanker di Inggris berupaya mencari jalan keluar untuk para penderita kanker. Belum lama ini, mereka meluncurkan program pengembangan obat "Darwinian" pertama di dunia untuk mendahului melampaui kanker agar menjadi tahan obat bahkan terhadap pengobatan terbaru dan kambuh lagi pada pasien.
Meskipun tidak meninggalkan penelitian untuk pada akhirnya mengobati pasien, proyek "anti-evolusi" tersebut akan memusatkan kembali perhatian pada mengubah kanker menjadi penyakit yang bisa dikendalikan dengan obat selama bertahun-tahun.
Itu akan menjadi agak mirip HIV, virus yang mengakibatkan AIDS, kata beberapa ilmuwan kepada wartawan dalam satu taklimat.
"Kemampuan kanker untuk menyesuaikan diri, berkembang dan menjadi kebal obat adalah penyebab utama banyak kematian akibat penyakit itu dan tantangan terbesar yang kita hadapi dalam mengatasinya," kata Paul Workman, Kepala Pelaksana Institute of Cancer Research (ICR), lembaga penelitian dan amal yang berpusat di Inggris dan akan memimpin lembaga bagi Centre for Cancer Drug Discovery.
Pusat itu, yang didanai sebesar 96,5 juta dolar AS dari ICR, akan "berusaha mengatasi tantangan evolusi kanker ke depan," kata Workman, "dengan menghalangi proses perkembangannya".
Tim di pusat baru tersebut mula-mula akan memusatkan perhatian pada dua jalur yang mungkin untuk melakukan itu, kata Reuters , yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (16/5/2019).
Yang pertama, yang dikenal sebagai "penggembalaan evolusi", melibatkan pemilihan pengobatan khusus awal yang memaksa sel kanker menyesuaikan diri dengan cara membuat sel itu sangat bisa dimasuki untuk obat kedua, atau mendesak sel ke ujung kematian evolusi.
Yang kedua akan mengeksplorasi klas obat baru yang mungkin untuk menyerang kemampuan kanker untuk berkembang dan menjadi kebal obat. Obat yang berpotensi itu akan dirancang untuk menghalangi tindakan molekul yang dinamakan protein APOBEC, yang ditemukan pada sistem kekebalan tubuh.
Para peneliti berharap kelas baru inhibitor APOBEC dapat dikembangkan dan diberikan bersamaan dengan pengobatan kanker yang terarah untuk berusaha dan mempertahankan kanker tetap di tempat dalam waktu yang jauh lebih lama.
Terapi gabungan dengan menggunakan pengobatan saat ini dan baru juga akan dikaji, kata Workman.
Olivia Rossanese, seorang ahli dalam temuan obat kanker yang akan memimpin tim biologi pusat baru tersebut, mengatakan gagasannya ialah untuk membuat pusat keahlian global dalam pengobatan anti-evolusi sehingga para ilmuwan bisa "menghentikan permainan berlomba" melawan kanker.
"Pendekatan Dariwinian bagi temuan obat ini memberi kami kesempatan terbaik untuk mengalahkan kanker," kata wanita ilmuwan tersebut.
"Sebab kami akan bisa memperkirakan apa yang akan dilakukan kanker selanjutnya dan berada selangkah lebih dulu," lanjut dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Reuters
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.