Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kelompok musik Anterock menghentak panggung terbuka di acara Musik Malam TBY, di kompleks Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jumat (4/5/2019) malam./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGA- Hentakan musik rok klasik menggebrak panggung terbuka Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dalam gelaran Musik Malam TBY, yang mengusung tema Highlight Indo Pop-Rock Hits 80\'s bersama Anterock, Jumat (3/5/2019) malam.
Salah satu lagu yang dibawakan Anterock yakni Jurang Pemisah karya Yogi Suryo Prayoga. Lagu ini dimainkan Anterock berkolaborasi dengan vokalis band Jasmine Electrick, Andika Yusuf.
Andika Yusuf mengatakan baru pertama kali membawakan masterpiece Yogi Suryo Prayoga itu. Menurutnya, materi lagu ini cukup berat, perlu beberapa kali latihan untuk dirinya sendiri. "Makanya tadi ada yang salah-salah sedikit," katanya, Jumat malam.
Ia sangat antusias dengan bergulirnya acara Musik Malam TBY. Menurutnya, acara ini mewadahi musisi Jogja untuk unjuk gigi di depan masyarakat luas. Ia mengajak para musisi mengapresiasi event semacam ini, dengan meramaikan Musik Malam TBY yang digelar dua pekan sekali.
Adapun Anterock merupakan komunitas musik yang kerap memainkan lagu-lagu rok klasik. Pada pementasan malam itu, Anterock menggandeng sejumlah musisi dari berbagai band lokal untuk membawakan lagu pop-rok dalam negeri era 80-an.
Salah satu pendiri Anterock, Heri Macan, menceritakan kelompok ini berdiri sekitar 2010. Berawal dari studio band yang ia miliki di daerah Janturan, dengan nama yang sama, Anterock. Studio ini menjadi tempat berkumpul musisi yang sama-sama menggandrungi rok klasik. Hingga pada akhirnya mereka membentuk komunitas yang mewadahi kegemaran mereka memainkan lagu-lagu rok klasik.
Meski demikian, Heri mengatakan tidak menjalankan komunitas Anterock dengan ikatan struktural, sehingga keanggotaannya tidak pernah tercatat. Ia hanya menyebutkan kira-kira ada sekitar 20 orang anggota kelompok ini. "Keanggotaannya kultural saja, tapi biasanya tetap rutin ngumpul-ngumpul," katanya.
Anterock beberapa kali menginisiasi event, di antaranya progressive rock di XT Square, Tribute to God Bless di TBY, dan beberapa event kecil lainnya. Lantaran tidak ada ikatan struktural, keanggotaan dan formasi band Anterock sering berganti.
Heri menjelaskan Anterock sempat membuat album dengan judul Pitulungan, yang berisi tujuh lagu. Album ini bernuansa progresif spiritual. Tetapi karena personel memiliki kesibukan masing-masing, baik pekerjaan maupun band-nya sendiri, album tersebut tidak berlanjut ke ranah platform digital atau tur promosi. "Cuma selesai di album fisik saja kemarin," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.