Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kelompok musik Anterock menghentak panggung terbuka di acara Musik Malam TBY, di kompleks Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jumat (4/5/2019) malam./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGA- Hentakan musik rok klasik menggebrak panggung terbuka Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dalam gelaran Musik Malam TBY, yang mengusung tema Highlight Indo Pop-Rock Hits 80\'s bersama Anterock, Jumat (3/5/2019) malam.
Salah satu lagu yang dibawakan Anterock yakni Jurang Pemisah karya Yogi Suryo Prayoga. Lagu ini dimainkan Anterock berkolaborasi dengan vokalis band Jasmine Electrick, Andika Yusuf.
Andika Yusuf mengatakan baru pertama kali membawakan masterpiece Yogi Suryo Prayoga itu. Menurutnya, materi lagu ini cukup berat, perlu beberapa kali latihan untuk dirinya sendiri. "Makanya tadi ada yang salah-salah sedikit," katanya, Jumat malam.
Ia sangat antusias dengan bergulirnya acara Musik Malam TBY. Menurutnya, acara ini mewadahi musisi Jogja untuk unjuk gigi di depan masyarakat luas. Ia mengajak para musisi mengapresiasi event semacam ini, dengan meramaikan Musik Malam TBY yang digelar dua pekan sekali.
Adapun Anterock merupakan komunitas musik yang kerap memainkan lagu-lagu rok klasik. Pada pementasan malam itu, Anterock menggandeng sejumlah musisi dari berbagai band lokal untuk membawakan lagu pop-rok dalam negeri era 80-an.
Salah satu pendiri Anterock, Heri Macan, menceritakan kelompok ini berdiri sekitar 2010. Berawal dari studio band yang ia miliki di daerah Janturan, dengan nama yang sama, Anterock. Studio ini menjadi tempat berkumpul musisi yang sama-sama menggandrungi rok klasik. Hingga pada akhirnya mereka membentuk komunitas yang mewadahi kegemaran mereka memainkan lagu-lagu rok klasik.
Meski demikian, Heri mengatakan tidak menjalankan komunitas Anterock dengan ikatan struktural, sehingga keanggotaannya tidak pernah tercatat. Ia hanya menyebutkan kira-kira ada sekitar 20 orang anggota kelompok ini. "Keanggotaannya kultural saja, tapi biasanya tetap rutin ngumpul-ngumpul," katanya.
Anterock beberapa kali menginisiasi event, di antaranya progressive rock di XT Square, Tribute to God Bless di TBY, dan beberapa event kecil lainnya. Lantaran tidak ada ikatan struktural, keanggotaan dan formasi band Anterock sering berganti.
Heri menjelaskan Anterock sempat membuat album dengan judul Pitulungan, yang berisi tujuh lagu. Album ini bernuansa progresif spiritual. Tetapi karena personel memiliki kesibukan masing-masing, baik pekerjaan maupun band-nya sendiri, album tersebut tidak berlanjut ke ranah platform digital atau tur promosi. "Cuma selesai di album fisik saja kemarin," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.