Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Androgini 70's karya Laurentia Dinda tampilkan kesan wanita kuat./ist-Jogja Fashion Festival
Harianjogja.com, JOGJA—Busana tak hanya sebagai penutup tubuh, melainkan menjadi sarana komunikasi dari si pemakai dengan orang yang melihatnya. Untuk itu, Laurentia Dinda ingin menampilkan busana perempuan yang dapat membuat pemakainya itu tangguh dan kuat dalam koleksi busana Androgini 70’s.
Melalui brand Wanita, Laurentia Dinda mengangkat kain tradisional yang ditampilkan menjadi busana dengan kesan modern. Di tangannya, kain tradisional bisa menjadi busana yang dapat membuat perempuan terlihat elegan sekaligus tangguh.
“Melalui Wanita saya menggambarkan busana untuk wanita yang mandiri, tangguh, elegan, namun seksi,” kata Laurentia ketika ditemui setelah pagelaran Jogja Fashion Festival 2019 beberapa waktu lalu.
Penggambaran wanita tangguh ia sertakan ketika membuat busana dengan jenis blazer. “Sebagai wanita kita harus tangguh, tapi di dalam ketangguhan di dalam kelaki-lakiannya perempuan, ada sisi elegan dan seksinya,” katanya beberapa waktu lalu. Sisi itu ia tampilkan melalui pemakaian bra yang ditampakkan.
Laurentia menggunakan bahan kain linen yang ia batik sendiri dengan motif songket. Motif itu berpadu dengan potongan blazer dan corak Prada membuat busananya terkesan modern. Blazer itu ia padukan dengan beberapa jenis bawahan, mulai dari celana kulot, bermuda, cutbray, serta rok.
Meski dikhususkan untuk busana perempuan, namun blazer Androgini 70’s juga bisa dikenakan untuk kaum adam.
“Blazernya aku bikin yang oversize jadi bisa dipakai siapa saja. Blazer laki-laki bisa pakai, tapi celananya nggak bisa,” kata dia. Hal tersebut juga didukung dengan warna Androgini 70’s yang didominasi dengan warna merah marun yang cenderung universal.
Pada koleksinya kali ini, Laurentia menargetken kalangan dewasa untuk busananya. “Segmen saya mature [orang dewasa] ya, sekitar 30 tahun ke atas,” ujarnya. Laurentia merancang koleksi kali ini lebih ini kasual dan ready to wear.
Ia berharap, busananya dapat dipakai di segala suasana. Sebab, blazer merupakan jenis pakaian yang cocok untuk segala kesempatan, untuk hangout maupun agenda resmi. Yang membedakan ialah model kerah yang ia buat berbeda-beda. “Saya bermain di kerah, kemudian kantong-kantong,” katanya.
Dalam pagelaran busananya, Laurentia menghendaki total look sehingga ia menambahkan beberapa asesori yang dapat menyelaraskan harmoni. Untuk bagian kepala, dia memakaikan stocking dengan tujuan memperkuat kesan androgini. “Perempuan kalau androgini itu kan seolah-olah gagah ya, tapi kalau di Wanita [kesannya] lebih elegan dan seksi.” Melalui delapan outfit itu dirinya juga menambahkan asesori berbahan metal dengan nuansa keemasan.
Laurentia berharap busananya dapat menampilkan kesan perempuan kuat. “Bukan wanita yang lembek, bukan wanita yang menyek-menye,” katanya. Koleksinya dapat dilihat melalui Instagram @wanita_bylaurentiadinda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.