KCIC Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Pencurian Kabel Prasarana Whoosh
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Elemen./suara.com
Haranjogja.com, JAKARTA -- Grup band Element yang terdiri dari Ferdy Taher (vokalis), Didi Riyadi (drummer), Fajar (keyboardist), dan Arya (gitaris) rupanya nyaris menjadi korban tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.
Band yang berdiri sejak 1999 ini sempat terpilih sebagai pengisi acara gathering pegawai PT PLN (Persero) di Tanjung Lesung, Banten. Tapi, secara tiba-tiba posisi Element justru digantikan Seventeen .
Pihak penyelenggara beralasan lebih memilih band Seventeen untuk manggung. Hal itu terungkap dalam video terbaru Rans Entertaiment di Youtube belum lama ini.
"Sebenarnya yang main di acara itu Element. Deal awalnya itu. Sudah deal, kirim-kiriman harganya, kamarnya segala macam tapi diganti Seventeen," cerita Ferdy Taher kepada Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Karena itu, Ferdy Taher kaget bukan main saat waktu tahu lokasi tersebut dihempas tsunami.
"Pas tadi pagi kaget \'Ini acara semalam nih, harusnya kita ini main ke sini\'. Ini acara yang harusnya kita main nih. Pagi-pagi kita kaget, syok," tutur Ferdy Taher.
Seperti diketahui, ketiga personel Seventeen yakni Bani, Andi dan Herman meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Di antara mereka, cuma sang vokalis, Ifan Seventeen yang selamat dari maut.
Tak hanya itu, Aa Jimmy yang turut mengisi acara tersebut juga ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Rekan Aa Jimmy, Ade Jigo harus kehilangan istrinya yang ikut tewas, sedangkan dua anak Ade hingga kini belum ditemukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.