Diduga Peninggalan Candi, Batu Stupa Ditemukan di Boyolali
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Ilustrasi cemas/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Kecemasan sosial harus diwaspadai. Menurut psikolog klinis di Denver, David Shanley, PsyD, seperti dilansir laman Health, jika sebagai anak-anak Anda memiliki interaksi positif dengan anak-anak lain, Anda mungkin lebih terbuka dengan orang-orang dan lebih kecil berisiko mengembangkan gangguan kecemasan sosial.
Namun, seorang anak yang secara alami pemalu, mengalami kesulitan bersahabat dengan seseorang sejak dini, atau yang orangtuanya memanjakan kebiasaannya mengisolasi diri di kamarnya dan melewatkan kegiatan sosial mungkin berisiko lebih besar mengalami gangguan kecemasan sosial.
Shanley mencatat, untuk orang dewasa dengan gangguan kecemasan sosial, memulai kehidupan di kota baru atau pekerjaan baru bisa saja sulit. Tentu saja, situasi setiap orang berbeda.
"Beberapa orang mungkin memiliki beberapa teman dekat, beberapa tidak memiliki teman dekat, dan beberapa mungkin memiliki kenalan tetapi mengalami kesulitan untuk dekat dengan kenalannya," kata dia belum lama ini.
Sebagian Anda mungkin pernah merasa canggung saat bertemu dan berbincang dengan orang asing atau tak dikenal. Ini memang bukan masalah besar, namun waspadailah jika hal ini berkembang hingga membuat Anda tak ikut liburan bersama rekan-rekan, misalnya.
Profesor psikologi dari Universitas Nebraska-Lincoln, Debra Hope, PhD, seperti dilansir laman Health.com dikutip Selasa, pekan lalu mengatakan kondisi yang bisa disebut kecemasan sosial.
Bukan hanya membuat Anda mengorbankan hubungan pribadi, kecemasan semacam ini dapat menghambat karier Anda atau bahkan membuat Anda depresi atau menyalahgunakan alkohol.
Dia menyarankan Anda yang mengalami kecemasan sosial melawannya. Walau memang ini tak mudah.
Contoh Melawan
Pikirkan saja, bagaimana jika Anda harus bertemu calon mertua untuk pertama kalinya atau wawancara kerja yang penting. Pertemuan sosial semacam ini dapat membuat cemas.
Kebanyakan orang menemukan cara untuk melawan cemas mereka, seperti mendapatkan ekstra waktu istirahat, menghindari kafein pada hari H atau mendengarkan lagu favorit untuk menenangkan diri mereka sebelum menghadapi situasi yang membuatnya cemas.
Ketika strategi ini gagal, ketika kecemasan sosial mengganggu kehidupan sehari-hari (mungkin Anda menolak wawancara kerja, atau Anda terlalu takut untuk berkencan karena Anda khawatir Anda akan merusak percakapan makan malam), maka ini menjadi masalah klinis.
Pedoman Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental mendefinisikan kecemasan sosial sebagai ketakutan atau kecemasan yang signifikan dalam situasi sosial dan berlangsung selama enam bulan atau lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.
Sedikitnya tiga posko anti kejahatan jalanan di Kapanewon Bambanglipuro dibentuk sebagai upaya menekan aksi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau kliti