Kemenkes Soroti Adiksi Digital, Orang Tua Diminta Batasi Gawai Anak
Kemenkes mengingatkan bahaya adiksi digital bagi kesehatan jiwa remaja dan mengajak keluarga membatasi penggunaan gawai.
Sisca Dewi./Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA -- Niat baik Irjen Pol BS untuk menolong penyanyi dangdut Sisca Dewi justru berujung malang. Pria yang bertugas di Badan Intelejen Negara (BIN) itu mengaku karier dan keluarganya hancur akibat perempuan yang ditolongnya itu.
Curahan hati BS itu beredar di media sosial dan diterima Suara.com, Sabtu (17/11/2018). “Melalui tulisan ini, saya ingin sampaikan, bahwa kondisi keluarga saya berantakan, begitu juga dengan karier saya. Saya berharap permasalahan ini cepat berlalu dan hukum bisa selesaikan masalah ini,” tulis BS dalam curahan hatinya.
Menurut BS dalam curhatannya itu, saat ini dirinya memimpikan bisa kembali dengan keluarga kecilnya yang hilang seusai pertemuan dengan Sisca Dewi. Saat ini dirinya pun sedang mencoba merajut kembali keluarga kecilnya yang telah pergi.
“Dalam pikiran, saya terus terbayang senyum manis dan keharmonisan keluarga kecil saya. Ke depannya saya akan merajut kembali keluarga saya yang saat ini sudah di ujung tanduk,” ucapnya.
“Karena saya sadar, saya sebagai kepala keluarga saya harus bertanggung jawab untuk mengembalikan kebahagian dan keharmonisan keluarga,” tuturnya.
Kini BS hanya berharap semoga saja hukum bisa ditegakkan dengan adil. Dan semoga saja Sisca mendapat hukuman yang setimpal.
“Saya menyerahkan semua ini ke penegak hukum. Pesan saya, jangan sampai ada lagi korban seperti saya, karena bukan hanya karir, namun keluarga juga akan berantakan,” katanya.
Saat ini, Sisca Dewi, sudah mendekam di rumah tahanan (rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. Sidang atas kasus pencemaran nama baik pun sudah dimulai sejak pekan lalu.
Rencananya, pekan depan sidang kasus pencemaran nama baik, pemerasan, dan berbuatan tidak menyenangkan tersebut akan kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kemenkes mengingatkan bahaya adiksi digital bagi kesehatan jiwa remaja dan mengajak keluarga membatasi penggunaan gawai.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.