Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo Kecelakaan Kerja, Tangan Masuk Mesin
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.
Ilustrasi penyakit jantung/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Lingkungan yang bising tak hanya mengganggu telinga dan konsentrasi. Menurut penelitian baru, kebisingan bisa mendatangkan malapetaka pada sistem kardiovaskular Anda.
Seperti dilansir Medical News Today, belum lama ini penelitian yang dipimpin Dr. Azar Radfar, Ph.D., seorang peneliti di Massachusetts General Hospital di Boston, menemukan bising menyebabkan respons stres yang meningkat di otak manusia.
Kondisi ini memicu peradangan di pembuluh darah, yang bisa berujung masalah kesehatan yang serius, termasuk serangan jantung atau stroke.
Untuk sampai pada temuan, peneliti melibatkan 499 orang partisipan yang bebas dari penyakit kardiovaskular dan kanker pada awal penelitian. Para peserta lalu menjalani positron emission tomography (PET) dan CT scan pada otak dan pembuluh darah mereka. Para peneliti melihat aktivitas amigdala, wilayah otak yang mengatur stres dan respons emosional.
Bertahun-tahun kemudian, para peneliti memeriksa catatan medis para partisipan. Dari 499 orang, sebanyak 40 orang telah mengalami serangan jantung atau stroke dalam lima tahun setelah pengujian awal.
Setelah menganalisa data, tim menemukan mereka yang terpapar kebisingan tertinggi, aktivitas otaknya paling berhubungan dengan stres. Selain itu, mereka mengalami lebih banyak peradangan di arteri.
Peradangan pembuluh darah yang meningkat merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung, sehingga adanya hubungan antara peradangan dan kejadian kardiovaskular bukanlah hal mengejutkan.
Para partisipan yang mengalami stres lebih dari tiga kali lebih mungkin mengalami peristiwa kardiovaskular utama, seperti serangan jantung atau stroke.
Bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor risiko lain, seperti polusi udara, merokok, dan diabetes, tim peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang terpapar polusi suara yang lebih tinggi meningkat risikonya mengalami kejadian kardiovaskular.
"Semakin banyak penelitian mengungkapkan hubungan antara kebisingan lingkungan dan penyakit kardiovaskular, tetapi mekanisme fisiologis di baliknya tetap tidak jelas," kata Dr. Radfar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.
Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas membahas Koperasi Desa Merah Putih. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga hadir di Istana.
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
PSS Sleman mempertahankan tujuh pemain, termasuk Frederic Injai, Saiful Djoge, dan Junior Haqi, untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Mediasi gugatan PMH pengalihan CV Art Fashion di PN Bantul gagal. Sidang berlanjut ke pokok perkara, pembuktian dimulai 11 Agustus 2026.
Rupiah menguat ke Rp18.068 per dolar AS dipicu inflasi AS yang melambat dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang menurun.