BEI Perkirakan Short Selling Bisa Tambah Likuiditas hingga 17 Persen
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
Inul Daratista [Suara.com/Ismail]
Harianjogja.com, JAKARTA -- Setelah 15 tahun berlalu, perseteruan penyanyi dangdut Inul Daratista dan Rhoma Irama kembali memanas belakangan ini.
Semua berawal dari postingan Inul di Instagram. Si pemilik goyang ngebor itu menyindir Rhoma dan mengungkap perasaan sakit hatinya yang dipendam selama 15 tahun.
Salah satu anak Rhoma, Debby Veramasari bahkan ikut mampir di kolom komentar unggahan Inul. Debby meminta agar Inul berkata jujur terhadap apa yang terjadi di lantai atas Soneta Record pada 15 tahun lalu.
Sayangnya, Inul yang disinggung awak media soal masalah ini justru menolak berkomentar. "Oh Nggak tahu urusan itu," kata Inul ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).
"No comment lah. Malas," ujarnya lagi ketika kembali disinggung.
Perseteruan Rhoma Irama dan Inul awalnya terjadi pada 2003 silam. Waktu itu, Rhoma dengan mengatasnamakan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI), menentang peredaran album perdana Inul.
Menurut Rhoma, goyangan Inul bisa mengundang dampak negatif yang berbau pornografi dan merendahkan martabat musik dangdut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
SMAN 1 Sentolo menjelaskan penanganan dugaan pelecehan oleh oknum satpam dan memastikan petugas tersebut dinonaktifkan mulai 17 September.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di Bandara Palembang hingga 700 meter. Empat penerbangan kedatangan mengalami keterlambatan.
Xiaomi resmi merilis Redmi Watch 6 Active, Watch 6 Lite, dan Smart Band 11 Active di Indonesia dengan harga mulai Rp449.000.
Basarnas memastikan Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa. Sebanyak 129 orang masih dalam proses pencarian.
Puluhan siswa di dua sekolah Temon mengalami mual dan muntah usai menyantap MBG. Dinkes Kulonprogo mengirim sampel makanan ke laboratorium.