Pemeran dalam film Sultan Agung yakni Marthino Lio (kiri), Adinia Wirasati (kanan), dan Haru Sandra Harindra (kanan) saat jumpa pers di Jogja City Mall, Sabtu (25/8/2018)./Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, SLEMAN- Para pemain film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta mengaku bangga terlibat dalam sebuah film yang menceritakan sejarah kerajaan Mataram. Mereka terkesan dengan sosok Sultan Agung.
Film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini diperankan sejumlah artis ternama Indonesia yakni Ario Bayu (Sultan Agung dewasa), Marthino Lio (Sultan Agung muda), Adinia Wirasati (Lembayung). Tidak hanya itu nama-nama beken lainnya seperti Putri Marino, Lukman Sardi, Teuku Rifnu, Anindya Putri dan Christine Hakim juga turut berperan dalam film berdurasi 148 menit ini.
Adinia Wirasati saat hadir menyapa penggemarnya di Jogja City Mall, Sabtu (25/8/2018), mengaku terkesan dengan film yang sebagain syutingnya dilakukan di Dusun Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman ini. Terlebih ia sangat terkesan terhadap sosok Sultan Agung. "Kalau buat saya sosoknya Sultan Agung itu kolosal epik banget. Sebagai tokoh itu personalnya epik," kata dia, Sabtu.
Menurutnya, Sultan Agung memiliki cara berpikir yang revolusioner, karena dia mengetahui banyak hal. Mengerti apa yang harus dilakukan dalam menyelesaikan sebuah masalah. Adinia mengakui dapat mengetahui karakter seorang tokoh besar di tanah Mataram ketika bermain di film tersebut.
Selain itu ia juga belajar banyak tentang budaya Jawa melalui film ini. Terutama bagaimana tentang sopan santun, dan bahasa Jawa yang halus. "Saya belajar bahasa Jawa dengan melihat dan mendengarkan pentas wayang kulit [dalang] Anom Suroto," ujarnya.
Tidak hanya Adinia, Marthino Lio yang berperan sebagai Sultan Agung muda juga mengaku bangga dapat memerankan seorang tokoh raja yang cerdas. Menurutnya Sultan Agung memiliki jiwa rela berkorban yang begitu tinggi terhadap kepentingan orang banyak.
"Dia [Sultan Agung] itu pintar banget, boleh dibilang kalau dia itu Leonardo Da Vinci Indonesia karena kemampuan seninya tinggi, terus strateginya dalam berperang sangat bagus," ujarnya.
Marthino mengungkapkan, dalam memerankan sosok Sultan Agung merupakan tantangan tersendiri. Pasalnya sosoknya begitu dihormati terutama di tanah Mataram. Sebagai bentuk penghormatannya ia juga sempat berziarah terlebih dahulu ke makam Sultan Agung di Imogiri, Bantul.
"Sebelum produksi dimulai Bu Mooryati [Mooryati Soedibyo, produser film Sultan Agung] dan Mas Hanung [Sutradara film Sultan Agung] mengajak kami ziarah ke makam Imogiri. Di sana saya mohon restu, saya mau berperan sebagai Sultan Agung," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.