Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ilustrasi Fashion Show/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 14 merek fesyen Indonesia siap tampil dalam pameran kolaborasi Indonesia dan Singapura Rising Fashion 2018 pada 1-30 Agustus mendatang di Paragon Mall Singapura.
Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Singapura siap memfasilitasi 14 merek fesyen Indonesia mengikuti gelaran mode yang sudah diselenggarakan sejak 2017 itu.
Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan Singapura merupakan salah satu pusat mode di kawasan Asia serta salah satu negara tujuan utama ekspor produk fesyen Indonesia. "Tampilnya produk-produk Indonesia dalam \'Rising Fashion 2018\' di Singapura diharapkan nantinya mampu menembus pasar global," katanya, Rabu (25/7/2018).
Sementara itu 14 merek fesyen Indonesia yang siap dibawa ke Rising Fashion 2018 di Singapura yakni Purana, Saul, Hunting Field, Maion Met, Pattent Goods dan Oaksva Jevellery tampil selama 1-15 Agustus atau pada gelombang pertama.
Kemudian gelombang kedua (16-30 Agustus) tampil sejumlah merek lain yakni Woodka, Bermock, Danjyo, Hiyoji, Alexalexa, D.Tale, Jefrry Tan dan Diniira.
"Kami berharap pembukaan gerai tokok pop up di Paragon Mall selama sebulan, 14 merek fesyen Indonesia tersebut dapat diterima oleh pasar Singapura dan nantinya ditampilkan secara permanen di negara tersebut," katanya.
Perwakilan dari Kedubes RI di Singapura Sigit Yulianto mengatakan, sebanyak 18 juta turis asing selalu memasuki Singapura dan melewati Mall Paragon, sehingga dapat menjadi pasar bagi produk fesyen Indonesia.
"Singapura memliki akses pasar (ke pasar global) sedangkan Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang berbakat," katanya. Dengan demikian, lanjutnya, Rising Fashion 2018 di Singapura diharapkan menjadi ajang promosi merek-merek lokal Indonesia ke pasar global.
Pada tahun lalu untuk yang pertama kali Rising Fashion digelar di Jakarta, sebagai rangkaian peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
"Nama Rising selain bermakna bangkit juga menunjukkan hubungan kedua negara karena berasal dari kata RI dan Singapura," katanya.
Menurut dia, ke depan nantinya produk yang dipamerkan dalam "Rising" tak hanya fesyen, namun juga kerajinan, kuliner ataupun lainnya.
Bagi Indonesia fesyen merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif unggulan dan menurut data Outlook Kreatif 2017 subsektor tersebut menyumbang 54,54% atau 10,9 miliar dolar AS terhadap nilai total ekspor sektor ekonomi kreatif pada 2015.
Begitu juga subsektor mode memiliki nilai pendapatan negara terbesar pada 2016 yakni Rp166 triliun atau 18,01% terhadap PDB ekonomi kreatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin