Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Gaun pengantin dari sawi putih karya Azzim Aziz/ist-Azzim Aziz
Harianjogja.com, JOGJA—Busana-busana unik dari bahan-bahan nyeleneh terus diciptakan para desainer. Tak hanya berupa baju sehari-hari, busana pengantin pun tak lepas dari “sasaran” desainer. Bahan uni kali ini adalah dari sayuran.
Adalah desainer asal Malaysia, Azzim Aziz. Perancang busana ini mendesain busana pengantin dari sayuran, yakni sawi putih.
Gaun ini dibuat dari 30 batang sawi putih. Azzim Aziz memamerkannya di akun Facebook miliknya. Azzim Aziz membuat lengan busana tersebut menyerupai lonceng yang tengah digandrungi oleh para perempuan. Aziz juga menambahkan brokoli sebagai pengganti buket mawar yang biasa dipegang pengantin sebagai aksen.
Gaun pengantin itu dikenakan oleh seorang model berhijab. Guna melengkapi penampilan, si model mengenakan jilbab warna hijau berbahan tule. Penampilan unik model yang mengenakan gaun pengantin itu mendapatkan beragam pujian dari warganet.
Ini bukan kali pertama Azzim Aziz membuat karya yang unik. Sebelumnya, dia pernah berkreasi meluncurkan jilbab model pocong untuk meramaikan Lebaran 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.