Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Ilustrasi anak/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA–Setiap orang tua dapat dipastikan menginginkan anak-anaknya menjadi anak hebat. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tuanya sebagai rule model bagi anak-anak.
Baik dari segi nutrisi maupun dari segi perkembangan psikologinya.
Orang tua terutama ibu adalah pengajar pertama dalam proses tubuh kembang anak. Orang tua meletakkan dasar moral dan empati yang dimiliki oleh anak sebelum anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Untuk itu, peran orang tua sangatlah besar agar anak memiliki nilai kebaikan yang dapat ditampilkan dalam perbuatan sehari-hari.
“Empati adalah gerbang dari aksi peduli kepada orang lain termasuk nilai kebaikan yg dimiliki oleh anak, oleh karena itu, dasar pendidikan moral dengan berempati harus dimulai sejak dini karena tumbuh dan berkembangnya empati pada anak sejak dini akan berpengaruh pada perkembangan watak atau kepribadian dan perilaku anak saat dewasa nanti,” kata psikolog Roslina Verauli, belum lama ini.
Empati, katanya, salah satu dari kecerdasan atau kompetensi emosional yang merupakan dasar dari karakter kepahlawanan. “Anak yg memiliki karakter kepahlawanan memiliki kepedulian sosial (melakukan aksi yang bermanfaat bagi orang lain tanpa pamrih), memahami norma sosial (memahami benar vs salah terkait pelanggaran atas hak orang lain, serta mampu mengikuti “aturan main” yang berlaku di lingkungan sosial,” kata Verauli.
Anak hebat tidak sekedar sehat dan cerdas, tapi juga tanggap sosial seperti bisa bekerjasama, bisa berbagi dan mau menolong.
Data dari sejumlah riset, katanya, di usia dua hingga enam tahun perkembangan emosi positif sangat penting agar anak trampil secara sosial. Yaitu bisa kontrol emosi yang mampu mengendalikan emosi negatif, emosi ke-akuan, dan empati.
Karakter kepahlawanan dapat dikembangkan dari empati. Memiliki perasaan dan respon emosi yang sama dengan orang lain dasar bagi prososial (melakukan aksi membawa manfaat untuk orang lain tanpa pamrih), normal sosial (memahami konsep benar atau salah) dan keonvensi sosial (mampu ikut aturan main di lingkungan).
Faktor-faktor penentu mengembangkan nilai kebaikan yaitu biologis, kognitif, emosional, dan budaya keluarga.
Kiat untuk orang tua mengembangkan nilai kebaikan itu:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.