IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ilustrasi anak/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA–Setiap orang tua dapat dipastikan menginginkan anak-anaknya menjadi anak hebat. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tuanya sebagai rule model bagi anak-anak.
Baik dari segi nutrisi maupun dari segi perkembangan psikologinya.
Orang tua terutama ibu adalah pengajar pertama dalam proses tubuh kembang anak. Orang tua meletakkan dasar moral dan empati yang dimiliki oleh anak sebelum anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Untuk itu, peran orang tua sangatlah besar agar anak memiliki nilai kebaikan yang dapat ditampilkan dalam perbuatan sehari-hari.
“Empati adalah gerbang dari aksi peduli kepada orang lain termasuk nilai kebaikan yg dimiliki oleh anak, oleh karena itu, dasar pendidikan moral dengan berempati harus dimulai sejak dini karena tumbuh dan berkembangnya empati pada anak sejak dini akan berpengaruh pada perkembangan watak atau kepribadian dan perilaku anak saat dewasa nanti,” kata psikolog Roslina Verauli, belum lama ini.
Empati, katanya, salah satu dari kecerdasan atau kompetensi emosional yang merupakan dasar dari karakter kepahlawanan. “Anak yg memiliki karakter kepahlawanan memiliki kepedulian sosial (melakukan aksi yang bermanfaat bagi orang lain tanpa pamrih), memahami norma sosial (memahami benar vs salah terkait pelanggaran atas hak orang lain, serta mampu mengikuti “aturan main” yang berlaku di lingkungan sosial,” kata Verauli.
Anak hebat tidak sekedar sehat dan cerdas, tapi juga tanggap sosial seperti bisa bekerjasama, bisa berbagi dan mau menolong.
Data dari sejumlah riset, katanya, di usia dua hingga enam tahun perkembangan emosi positif sangat penting agar anak trampil secara sosial. Yaitu bisa kontrol emosi yang mampu mengendalikan emosi negatif, emosi ke-akuan, dan empati.
Karakter kepahlawanan dapat dikembangkan dari empati. Memiliki perasaan dan respon emosi yang sama dengan orang lain dasar bagi prososial (melakukan aksi membawa manfaat untuk orang lain tanpa pamrih), normal sosial (memahami konsep benar atau salah) dan keonvensi sosial (mampu ikut aturan main di lingkungan).
Faktor-faktor penentu mengembangkan nilai kebaikan yaitu biologis, kognitif, emosional, dan budaya keluarga.
Kiat untuk orang tua mengembangkan nilai kebaikan itu:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin