Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Ilustrasi perempuan/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Banyak yang menyebut perempuan lebih cepat menua dibanding lelaki. Sebenarnya ada hal-hal yang membuatnya demikian.
Menurut pakar kesehatan kulit, Ariana Soejanto, fenomena ini tak lepas dari peran hormon. Ia menjelaskan, ada dua faktor penuaan, dari dalam dan luar. Faktor dari dalam itulah yang membuat penuaan alami terjadi, di antaranya ras, genetik dan hormonal.
"Perempuan lebih cepat tua karena hormon lebih bervariasi dan sangat mempengaruhi kondisi kulit," katanya, di Jakarta belum lama ini.
Satu lagi yang berperan penting dalam membuat wajah cepat keriput adalah stres. Ketika berada dalam kondisi tertekan, hormon-hormon dalam tubuh juga ikut terpengaruh. "Misalnya, jadi sulit tidur, efeknya muncul kantung mata dan kerutan-kerutan di mata," ujar dia.
Sementara itu, kulit juga bisa terlihat lebih cepat kusam dan tua daripada seharusnya gara-gara faktor eksternal.
Paparan sinar ultra violet (UV), konsumsi alkohol, zat adiktif, kebiasaan merokok atau paparan asap rokok serta kosmetik yang tidak sesuai dengan kulit dapat berakibat pada penuaan dini. Kuncinya adalah menjaga merawat diri sendiri dari dalam dan luar tubuh, ujar dia.
Cegah Penuaan Dini
Menerapkan gaya hidup sehat, makan makanan bergizi dan suplemen kulit, selalu menjaga kebersihan kulit, memakai serum dan krim kulit serta melindungi diri dari sinar UV bisa membantu menghambat penuaan dini.
"Cegahlah sebelum muncul gejala penuaan dini," katanya, mengingatkan orang-orang untuk merawat kulit sedini mungkin.
Berkurangnya kekenyalan kulit pasti terjadi seiring pertambahan usia karena produksi kolagen dan elastin menurun.
Kolagen adalah serat yang menjadi pondasi kulit, ketika produksinya menurun, bagian terluar kulit (epidermis) akan turun sehingga muncul kerutan halus serta keriput.
Sedangkan kulit bisa tetap elastis berkat adanya elastin. Jumlah keduanya perlahan mulai menurun sejak usia 35 tahun. Penurunannya mulai drastis sejak usia 45 tahun, sementara itu produksinya jadi sangat sedikit ketika seseorang sudah mencapai usia 60 tahun sehingga kulitnya menjadi sangat kendur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa