IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Koleksi busana yang ditampilkan dalam The Hidden Story of Parang karya Afif Syakur, Sabtu (21/4/2018)./Harian Jogja-Maya Arina Pramudita
Harianjogja.com, JOGJA-The Phoenix Hotel Yogyakarta merayakan berdirinya bangunan hotel ke-100. Dalam rangkaian perayaan, hotel yang hadir sejak 1918 ini mengadakan event fashion show dengan tema “The Hidden Story of Parang” di area outdoor hotel, Sabtu (21/4/2018).
Event “The Hidden Story of Parang” diselenggarakan The Phoenix Hotel Yogyakarta bekerjasama dengan APIP’s Batik karya Afif Syakur. Dalam event ini, para tamu undangan yang hadir terdiri dari komunitas pecinta batik dan kalangan sosialita.
“Batik Parang Exhibition diadakan untuk mendukung budaya lokal yang sudah mendunia dan menjunjung kelestarian budaya di Indonesia. Acara ini menjadi semakin menarik karena menampilkan beberapa macam motif batik parang dan dikemas dengan adanya fashion show,” kata Versevernda Vey selaku Assistant Director of Sales The Phoenix Hotel Yogyakarta, Sabtu (21/4/2018).
Acara yang dikemas tepat pada hari Kartini ini diharapkan dapat menginspirasi wanita Indonesia agar bisa semakin eksis dan tidak melupakan kodratnya. Selain itu, event ini diharapkan dapat menjadi salah satu ajang dalam melestarikan budaya khususnya batik parang.
“Kami ingin mengapresiasi budaya tepat dengan Hari Kartini dengan mehadirkan acara ini. Dengan kerjasama yang telah terjalin antara The Phoenix Hotel Yogyakarta dan Afif Syakur selama lebih dari satu dekade, kami mendapat banyak masukan dari Afif Syakur,” lanjut Versevernda.
Fashion Show ini menghadirkan lebih dari 10 kain batik parang yang dikenakan oleh anggota komunitas pecinta batik dan kalangan sosialita. Fashion Show dilakukan dalam dua sesi. Selama event berlangsung ada tanya jawab yang dilakukan oleh Afif Syakur dengan tamu undangan yang hadir. Diskusi tersebut mengulas berbagai informasi, sejarah, makna motif, kegunaan kain batik secara informatif dan santai.
“Saya memilih mengambil tema batik parang karena hal ini merupakan satu gugahan hati di antara semua batik. Parang merupakan batik yang penuh makna didalam goresan motifnya. Sejarah batik parang pun tidak terlepas dari kehidupan para raja-raja Mataram,” ujar Afif Syakur.
Dalam diskusi yang dikemas secara menarik, Afif Syakur menjelaskan tentang bagaimana cara penyimpanan dan perawatan kain batik.
“Merawat dan menyimpan kain batik itu susah-susah gampang, namun salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyimpan rempah-rempah seperti merica kering, cengkeh, dan akar wangi dalam kain kasa kemudian disimpan disela-sela kain batik saat disimpan,” terang Afif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.