Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Busana karya Ofie Laim berbahan tenun NTT/ist-Ofie Laim
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam gelaran Jogja Fashion Festival 2018, perancang busana Ofie Radhiani menghadirkan busana-busana berbahan tenun asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengusung brand Ofie Laim, busana-busana ini dirancang dengan ragam warna yang atraktif.
JFF 2018 membagi peragaan busana dalam enam sesi dengan tema tersendiri. Salah satunya adalah sesi Ethnique Rapshody (Tenun & Archipelago) pada akhir Maret 2018.
Dalam segmen itu, Ofie Laim menghadirkan 10 busana rancangan Ofie Rahdhiani. Desainer kelahiran Bandung, 1976 ini mengaku mengerjakan karya kali ini karena terinspirasi dari sejarah. Baginya, sejarah merupakan salah satu faktor yang membuat seseorang dapat memahami fashion cycle seperti tren klasik, siklus dan faktor perubahan yang membentuknya.
“Sejarah merupakan sumber inspirasi yang sangat kaya, dengan melihat sejarah kita bisa terhindar dari pengulangan yang sia sia dan membuat hal yang sama. Kami justru di tantang untuk mengembangkan sesuatu yang baru,” ujar Ofie kepada Harian Jogja sebelum peragaan busana digelar.
Selain itu, menurut Ofie, di masa awal peradaban manusia, pakaian umumnya terbuat dari kulit binatang dan kayu yang hanya berfungsi sebagai alat pelindung tubuh dari panas dan dingin.
“Namun fesyen senantiasa berubah, baru, termasuk konteks waktu, tempat dan kebutuhan bagi pemakainya,” katanya. Dalam penampilan kali ini, Ofie memberi tema Civilization yang berarti peradaban. Tema ini ingin memberikan gambaran mengenai sebuah fungsi kain tradisional yang telah berubah fungsi mengikuti perkembangannya.
“Civilization adalah gambaran pengembangan sebuah fungsi kain tradisional yang berubah fungsi, karena kain Nusantara yang identik dengan kain tradisional ini diolah menjadi busana ready to wear, berupa potongan potongan kain tenun yang dirangkai dalam bentuk desain busana berupa dress, outer, coat, cropped jacket,” ujar Ofie.
Penggunaan material kain tenun asal NTT ini merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya yang Ofie lakukan melalui industri fesyen. Ofie bertujuan mengenalkan kepada masyarakat luas berbagai motif tenun NTT dengan memberikan detail bordir dalam busana rancangannya. “Koleksi busana kali ini menggunakan material tenun NTT dengan motif yang beragam. Motif-motif tersebut meliputi motif manlea, buna kolbano, pene dan buna krawang,” kata Ofie.
Desainer yang lekat dengan karakter casual ethnic ini menggunakan cutting siluet a-line agar dapat menghadirkan busana yang menawan dan memukau para penikmat mode terutama yang hadir dalam pagelaran JFF 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.