Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Seohyun/Istimewa-soompi
Harianjogja.com, JAKARTA-Penyanyi Korea Selatan Seohyun berharap pertunjukan terbarunya bisa berfungsi sebagai batu loncatan untuk meningkatkan hubungan dua Korea.
Seohyun berharap konser musisi Korea Selatan yang baru-baru ini berlangsung di Pyongyang akan menjadi batu loncatan untuk meningkatkan hubungan Korea Utara dan Selatan.
Seohyun adalah salah satu rombongan 160 penampil yang manggung di konser pada Minggu dan Selasa, sebuah balas budi atas penampilan Korea Utara di Korea Selatan pada Februari dalam perayaan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang.
"Tampaknya semua penampil, termasuk saya, berharap pertunjukan terbaru kami bisa berfungsi sebagai batu loncatan untuk meningkatkan hubungan antar Korea," ujar Seohyun yang bernama asli Seo Ju-hyun dalam wawancara tertulis, Rabu (3/4/2018) waktu setempat seperti dikutip Yonhap.
Penyanyi 26 tahun ini menjadi pembawa acara di dua acara itu dan berpartisipasi sebagai penyanyi. Dia berharap bisa ikut terlibat di acara budaya yang melibatkan kedua Korea.
"Jika ada pertukaran damai antara Selatan dan Utara, saya ingin berpartisipasi sebagai warga Korea Selatan."
Seohyun menyesalkan penampilannya tidak maksimal akibat flu.
"Saya menyesal dan sedih karena tidak bisa menyanyi dalam kondisi terbaik. Saya bisa menyelesaikan penampilan dengan dukungan dari sorak sorai dan tepuk tangan hangat."
Di antara banyak musisi yang tampil, Seohyun mengatakan dia jadi lebih dekat dengan musisi veteran Lee Sun-hee.
"Dia juga tidak dalam kondisi terbaik, tapi dia sangat memperhatikanku dan memberiku wejangan serta dukungan," ujar Seohyun tentang Lee.
"Saya sudah menyanyikan lagu-lagunya sejak masih trainee, belum debut, dan melihatnya tampil di depan mataku langsung rasanya sangat emosional."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Pembatasan Pertalite disiapkan pemerintah dengan mengacu jenis kendaraan. Desil 10 menjadi sasaran utama kebijakan BBM subsidi.