Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Glenn Fredly di Sunan Hotel ((Ayu Abriyani K.P/JIBI/Solopos)
Konser musik Glenn Fredly digelar hari ini.
Harianjogja.com, JOGJA-Setelah 20 tahun berkarya di dunia musik, penyanyi kondang tanah air Glenn Fredly kembali menyapa penggemarnya di Jogja dalam sebuah konser tunggal yang akan digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis (3/12/2015) malam. Sekitar 15 lagu yang hits dari album pertama sampai terbaru akan dibawakan biduan berdarah Maluku ini.
Rencananya, penyanyi yang sudah menelurkan sembilan album utama, satu album rohani, satu album kompilasi, dan satu single ini tampil selama 1,5 jam dan menjadi salah satu pertunjukan terlama, mengingat pemilik nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo biasanya tampil satu jam.
Promotor MC Pro Teguh mengatakan konser di Jogja menjadi rangkaian dari konser Glenn ke 20 kota di Indonesia yang dilakukan untuk merayakan keberadaan laki-laki berusia 40 tahun itu berkarya selama dua dasawarsa.
"Serupa dengan di kota-kota lainnya, Glenn menyanyikan lagu-lagu hitsnya walaupun urutan lagu-lagu berbeda di tiap kota," ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Dafam Fortuna Seturan, Rabu (2/12/2015).
Ia juga mengungkapkan, seharusnya Glenn hadir dalam jumpa pers akan tetapi mantan suami Dewi Sandra tersebut sedang tidak enak badan sehingga ditunda.
"Kami memberi waktu istirahat supaya dalam konser bisa tampil prima," kata Teguh.
GM Hotel Dafam Fortuna Aris Dwi Atmoko mengatakan penjualan tiket sudah lebih dari 90%. Ia menguraikan tiket yang ditawarka dibagi menjadi enam kelas seharga, Rp150.000, Rp250.000, Rp350.000, Rp750.000, Rp1 juta, serta tiket invitation.
"Untuk kelas termahal hanya ada 36 seat dan akan diberi pelayanan VIP, termasuk panganan," tutur Aris. Sekalipun konser tunggal, kata dia, Dafam menghadirkan band pembuka untuk menunggu kursi penonton terisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.