PPATK: Indikasi Pencucian Uang di Asuransi Meningkat Tajam
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Djujuk Srimulat meninggal dunia, sebelum menghembuskan nafas terakhir, seniman ini sempat minta minum teh.
Harianjogja.com, JOGJA-Djujuk Djuwariyah, pelawak yang melegenda bersama Srimulat meninggal dunia. Dia sempat minta minum teh sebelum mengembuskan napas terakhir.
Djudjuk resmi dirawat di RS. Sardjito sejak Senin (2/2/2015) pagi. Setelah dirawat selama empat hari, kondisi artis Finding Srimulat itu semakin lemah. Namun di tengah rasa sakit di sekujur tubuhnya, perempuan yang tinggal di Solo itu masih aktif berkomunikasi.
“Selama dirawat itu, bolak-balik WC ke tempat tidur sendiri. Bahkan 10 menit sebelum meninggal masih minta minum teh. Akhirnya pukul 15.10 WIB, ibu langsung les [meninggal] di hadapan anak cucu yang sudah berkumpul,” kata menantu Djujuk, Qwirinto Endhi, yang biasa disapa dengan nama Rinto sembari duduk lesehan menunggu jenazah ibu mertuanya dimandikan di ruang jenazah, Jumat petang.
Sebelum mengembuskan nafas terakhir, Djudjuk tidak sempat memberikan pesan khusus kepada anak dan cucunya. Selama masa hidupnya, perempuan yang dikenal sumringah dalam lakonnya di Srimulat itu, senantiasa menanamkan nilai kerukunan pada keluarganya.
Setelah meninggal, Djudjuk kemudian dibawa ke RS Panti Rapih untuk dimandikan dan dirias secara Kristiani. Perempuan yang kerap bersanding dengan Gogon, Eko, Tarzan dan rekan lain di Srimulat itu sebenarnya sudah berencana melanjutkan film keduanya, Finding Srimulat II. Rencana itu pun batal.
Djudjuk meninggalkan empat orang anak. Mereka adalah Eko Saputra, Ari Wibowo, Mia Permata dan Sintia Perdana. Jenazah Djudjuk akan dimakamkan di TPU Bonoloyo, Kadipiro, Surakarta, Sabru (7/2/2015) siang.
Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr. Sardjito, Rohman Arif, turut menyampaikan rasa belasungkawa.
“Kondisi terakhir [Dudjuk] memang lemah dan akhirnya meniggal,” kata Rohman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Harga telur di tingkat peternak Kulonprogo hanya Rp18.500-Rp20.700 per kg, sementara pakan naik. Peternak mengaku tombok hingga Rp3 juta.
CCTV dan ciri fisik mengungkap dugaan satu pelaku perusakan Bendera Merah Putih di Bantul dan palang kereta api di Gamping.
PSEL Piyungan ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 18-20 MW listrik dengan investasi hingga Rp3 triliun.
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri
Pemerintah menegaskan pengemudi ojol tetap wajib menerima BHR meski berstatus UMKM. Aturannya akan dituangkan dalam regulasi turunan.