Investor China Bangun Apartemen Rp1,25 Triliun di IKN
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
JOGJA—Forum Pencipta Lagu Muda (FPLP) menggelar festival cipta lagu di Kedai Kebun Forum Jl. Tirtodipuran No 3, Rabu (22/5) malam. Sebanyak enam peserta tampil dalam acara ini menyuguhkan lagu ciptaan mereka.
Uniknya, peserta yang tampil itu bukan berasal dari musisi atau pemain band yang selama ini pihak yang kerap membuat lagu. Namun beberapa peserta di antaranya siswa SMA, pemain pantomim serta penulis naskah teater.
"Pentas ini merupakan tempat bagi mereka yang punya bakat menciptakan lagu namun tidak memiliki band untuk menampung lagunya," ujar Ikun Sri salah satu penggagas Forum Pencipta Lagu Muda kepada Harian Jogja, Selasa (22/5)
Adapun festival cipta lagu yang berlangsung di Kedai Kebun Forum itu merupakan even pertama yang digulirkan oleh Forum Pencipta Lagu Muda.
Festival ini, kata Ikun rencananya akan terus dilangsungkan setiap bulannya untuk memberikan tempat bagi pencipta lagu untuk memamerkan karyanya kepada penonton.
"Tiap bulan kami memberikan kesempatan kepada mereka yang mempunyai lagu ciptaan untuk memamerkan karyanya di sini," terangnya.
Dalam pentas perdana ini terdapat enam peserta yang tampil yaitu Irfan, Erlina Rahmawati, Hambar Riyadi, Arif Maulana, Satya Adi Nugroho, Bayu. "Arif Maulana adalah siswa putus sekolah namun bisa menciptakan lagu. Sedangkan Hambar Riyadi ini adalah pemain pantonime tapi hobi menciptakan lagu," ujarnya.
Menurutnya, latar belakang peserta yang beragam itu membuktikan bahwasanya lagu tidak hanya diciptakan oleh musisi saja. Namun mereka diluar musisi pun sejatinya juga memiliki kemampuan dalam menciptkan lagu.
Bahkan, ungkap, Ikun lagu lagu yang dimainkan peserta cenderung unik serta beragam. "Karya dari mereka itu beragam genre ada yang mengandung unsur humor, bertutur," katanya.
Karena keterbatasan tempat serta peralatan dalam pentasnya nanti peserta hanya akan dibekali sebuah gitar saja untuk bernyanyi. Masing masing peserta diberikan kesempatan untuk menyuguhkan tiga hingga empat lagu.
Festival ini, imbuh Ikun diharapkan tidak hanya memberikan tempat bagi mereka diluar musisi untuk memamerkan karyanya namun juga bisa menjadi tempat bagi mereka untuk bertegur sapa dengan pencipta lagu lainnya ataupun musisi musik. "Siapa tahu lagu yang mereka ciptakan itu bisa dilirik musisi untuk direkam," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
DPRD Kota Jogja mendorong korban kekerasan mendapat pendampingan hingga pulih dari trauma melalui Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak.
Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat 15.159 pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.
Ketergantungan Indonesia pada implan medis impor mencapai 92%-94%. Pakar mendorong penguatan riset, pendanaan, kolaborasi, dan regulasi nasional.
Ketentuan rujukan dan kontrol BPJS Kesehatan kini terintegrasi dengan layanan digital. Simak cara daftar antrean dan aturan jadwal kontrol.
Produksi kolagen kulit mulai turun sekitar 1% per tahun setelah usia 25 tahun. Dokter menjelaskan mekanisme dan risiko stimulasi kolagen.