RAFFI AHMAD DITANGKAP: Apa Itu Methylenedioxy Methamphetamine?

Minggu, 27 Januari 2013 17:42 WIB
RAFFI AHMAD DITANGKAP: Apa Itu Methylenedioxy Methamphetamine?

Ilustrasi (google.news)

http://images.harianjogja.com/2013/01/MDMA1.jpg" alt="" width="302" height="167" />JAKARTA–Narkoba jenis methylenedioxy methamphetamine (MDMA) ditemukan sebagai barang bukti penagkapan Raffi Ahmad di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Nah, apa sebenarnya MDMA itu?

Deputi Penindakan BNN Irjen Benny Mamoto mengatakan methylenedioxy methamphetamine (MDMA) atau dikenal sebagai ekstasi yang dicampur minuman soda.

Menurut dedihumas.bnn.go.id, MDMA ditemukan pada 1921 oleh perusahaan farmasi asal Jerman Merck, kemudian dipatenkan 1914 untuk keperluan medis, dipakai oleh dokter ahli jiwa.

Ekstasi itu dibuat dalam bentuk tablet dan mulai bereaksi setelah 20-60 menit setelah dikonsumsi. Pil ini bekerja merangsang syaraf pusat otonom. Efeknya akan berlangsung selama maksimal 1 jam dimana penggunanya akan merasa tubuhnya melayang, selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah pengguna akan merasa hebat dalam segala hal dan perasaan malu akan hilang.

Perasaan ini akan hilang dalam waktu 4-6 jam. Setelah itu perasaan seorang pengguna akan menjadi sangat lelah dan tertekan.

Efek seseorang menggunakan MDMA adalah lengan, kaki, dan rahang akan terasa kaku, mulut terasa kering, pupil mata membesar,jantung berdegup kencang  mencapai 120 detakan per menit dari detak jantung normal 60 detakan per menit.
timbulnya rasa mual, awalnya akan timbul kesulitan bernafas

Ekstasi MDMA menimbulkan ketergantungan dan kerusakan otak. Overdosis ekstasi ditandai dengan halusinasi, panik, muntah, diare dan kejang, koma, serta kematian. (Kabar24/ea)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online