Sembuh atau Berdamai? Cara Baru Memahami Penyakit Kronik
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.
Ilustrasi (google.news)
http://images.harianjogja.com/2013/01/pelukan-4-370x202.jpg" alt="" width="370" height="202" />JAKARTA -- Ingin menghilangkan stres dengan cara mudah? Peluklah orang yang Anda cintai. Bisa kekasih, orangtua, anak atau pasangan, bahkan sahabat.
Para ilmuwan menemukan bahwa ketika Anda memeluk orang terdekat, maka hormon oksitosin akan dilepaskan ke dalam aliran darah.
Hormon ini dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres dan kecemasan, bahkan dapat meningkatkan memori Anda.
Namun, tidak semua pelukan memberikan efek tersebut. Memberikan pelukan sopan untuk seseorang yang tidak Anda kenal bisa memiliki efek sebaliknya, menurut penelitian dari University of Vienna, sebagaimana dikutip dari DailyMail.
Oksitosin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari, dikenal karena mampu meningkatkan ikatan emosional, perilaku sosial dan kedekatan antara orang tua, anak-anak dan pasangan.
Pada perempuan, oksitosin juga dihasilkan selama proses melahirkan dan selama menyusui untuk meningkatkan ikatan ibu dengan bayi.
Para peneliti mengatakan seseorang yang sering memeluk orang-orang terdekatnya, akan menjadi lebih berempati dari waktu ke waktu.
“Efek positif hanya akan terjadi jika dua orang yang berpelukan saling percaya, jika perasaan yang muncul saling terkait, maka sinyal yang sesuai juga akan dikirim keluar,” kata Neurofisiologi Jurgen Sandkuhler.
“Jika orang tidak mengenal satu sama lain, atau jika pelukan tersebut tidak diinginkan oleh kedua belah pihak, efeknya akan hilang.”
Ketika Anda menerima pelukan yang tidak diinginkan, hormon ini tidak akan dikeluarkan sebaliknya tingkat kecemasan justru akan meningkat.
“Hal ini dapat menyebabkan stres karena perilaku untuk menjaga jarak diabaikan. Dalam situasi ini, kita mengeluarkan hormon stres kortisol,” kata Sandkuhler.
Sandkuhler menambahkan bahwa memeluk adalah kegiatan yang baik, dan tidak tergantung pada berapa lama atau seberapa sering Anda memeluk seseorang.Yang terpenting adalah kepercayaan di dalam pelukan itu. (Antara/nj)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.
Disdik Gunungkidul memastikan daya tampung sekolah SPMB 2026 mencukupi. Jadwal pendaftaran TK, SD, dan SMP mulai Juni 2026.
Dua jukir viral di GOR Sritex Solo diamankan polisi usai diduga mematok tarif parkir mobil hingga Rp20.000 tanpa karcis.
Komisi III DPR menegaskan penggunaan APBN untuk sapi kurban Presiden Prabowo sah secara hukum dan syariah.
Kasus kekerasan daycare Little Aresha Sorosutan memasuki tahap sidang. Tim hukum dampingi korban dan siapkan restitusi.
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.