Rock In Solo 2026 Ditunda hingga 2027, Penyelenggara Siapkan Acara Alternatif

Jumali
Jumali Senin, 12 Oktober 2026 18:47 WIB
Rock In Solo 2026 Ditunda hingga 2027, Penyelenggara Siapkan Acara Alternatif

Pernyataan panitia/Instagram: Rockinsolo

Harianjogja.com, JOGJA—Penggemar musik metal harus menunggu lebih lama untuk kembali menikmati festival Rock In Solo. Penyelenggara memutuskan menunda penyelenggaraan edisi 2026 hingga tahun depan dengan mempertimbangkan situasi nasional dan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di akun Instagram Rock In Solo pada Senin (12/10/2026). Penyelenggara menyatakan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan keamanan menjadi bagian dari pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Dalam pernyataan itu, panitia juga menyinggung sejumlah bencana alam dan persoalan ekologis di berbagai wilayah Indonesia. Penyelenggara menilai situasi tersebut perlu mendapat perhatian sehingga mereka memilih tidak memaksakan penyelenggaraan festival berskala besar tahun ini.

Penundaan ini membuat penggemar perlu menyesuaikan rencana untuk menghadiri salah satu festival musik keras yang dikenal di Kota Solo tersebut.

Meski demikian, penyelenggara memastikan aktivitas Rock In Solo tidak sepenuhnya berhenti. Mereka tengah menyiapkan rangkaian acara alternatif bertajuk A Journey of Rock in Solo dengan skala yang lebih kecil.

Informasi mengenai konsep, jadwal, dan pelaksanaan acara pendamping itu akan diumumkan kemudian. Hingga pengumuman tersebut disampaikan, penggemar masih perlu menunggu kepastian mengenai bentuk kegiatan yang akan digelar.

Penyelenggara Pilih Utamakan Pertimbangan Kemanusiaan

Dalam pernyataan resminya, penyelenggara menyebut keputusan menunda festival bukan langkah yang mudah. Mereka mempertimbangkan keadaan yang dinilai membutuhkan perhatian dan empati lebih besar.

Panitia menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara besar di tengah situasi tersebut terasa tidak tepat. Karena itu, festival utama yang semula direncanakan berlangsung pada 2026 diputuskan bergeser ke tahun berikutnya.

Penyelenggara juga menegaskan bahwa nilai kemanusiaan menjadi salah satu pertimbangan dalam perjalanan Rock In Solo. Mereka ingin mempertahankan semangat festival tanpa mengabaikan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.

Keputusan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan festival musik tidak hanya berkaitan dengan penampil, panggung, dan penonton, tetapi juga mempertimbangkan situasi sosial di sekitarnya.

Perjalanan Rock In Solo Sejak 2004

Rock In Solo pertama kali digelar pada 2004 sebagai acara musik yang memberi ruang bagi band-band lokal. Seiring perkembangannya, festival ini turut menghadirkan musisi internasional dan menjadi salah satu agenda penting bagi komunitas musik metal di Indonesia.

Sejumlah nama besar dalam skena musik ekstrem dunia pernah tampil di festival ini, di antaranya Carcass, Cannibal Corpse, Behemoth, dan Death Angel. Kehadiran mereka memperluas daya tarik Rock In Solo bagi penikmat musik keras dari berbagai daerah.

Festival ini juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan komunitas musik di Surakarta. Bagi penggemarnya, Rock In Solo bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang pertemuan komunitas dan apresiasi terhadap beragam subgenre musik metal.

Penundaan edisi 2026 membuat para penggemar harus menunggu hingga 2027 untuk penyelenggaraan festival utama. Sementara itu, rencana A Journey of Rock in Solo menjadi alternatif yang dinantikan untuk menjaga keberlangsungan aktivitas komunitas.

Penyelenggara belum menyampaikan secara terperinci jadwal dan format acara alternatif tersebut. Penggemar disarankan mengikuti kanal resmi Rock In Solo untuk memperoleh informasi terbaru mengenai agenda berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online