Sering Main HP Saat Hamil, Benarkah Bisa Pengaruhi Jantung Janin? Ini Kata Studi

Jumali
Jumali Jum'at, 25 September 2026 11:47 WIB
Sering Main HP Saat Hamil, Benarkah Bisa Pengaruhi Jantung Janin? Ini Kata Studi

Ibu Hamil, Wanita Hamil, Kehamilan - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Penggunaan telepon seluler atau HP selama kehamilan kembali menjadi perhatian setelah sebuah tinjauan sistematis terhadap 20 penelitian menemukan adanya kemungkinan hubungan dengan perubahan fungsi jantung janin dan masa kehamilan yang lebih pendek.

Meski demikian, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa penggunaan HP menjadi penyebab langsung gangguan pada janin atau kehamilan. Para peneliti menilai bukti yang tersedia masih terbatas dan hasil sejumlah penelitian juga belum konsisten.

Tinjauan yang dipimpin peneliti dari Columbia University, Cornell University, dan Johns Hopkins University itu diterbitkan dalam Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology pada 15 September 2026. Peneliti menelusuri sejumlah basis data ilmiah dan menemukan 20 studi yang memenuhi kriteria penelitian.

Profesor Columbia University Norman J. Kleiman, salah satu penulis penelitian, mengatakan studi mengenai penggunaan HP selama kehamilan masih terbatas dan kerap menghasilkan temuan yang bertentangan.

Dalam tinjauan tersebut, temuan yang paling konsisten berkaitan dengan kemungkinan perubahan fungsi jantung janin dan bayi baru lahir serta peningkatan risiko kelahiran prematur. Namun, para peneliti menekankan bahwa bukti tersebut masih belum cukup untuk menarik kesimpulan sebab-akibat.

Salah satu penelitian yang masuk dalam tinjauan melibatkan 90 ibu hamil. Peneliti menemukan bahwa paparan HP selama 10 menit pada akhir kehamilan berkaitan dengan perubahan fungsi jantung janin, termasuk penurunan curah jantung.

Penelitian lain terhadap 141 ibu hamil juga menemukan perubahan detak jantung janin setelah HP aktif ditempatkan sekitar 20 sentimeter dari perut selama 10 menit. Namun, penelitian lain yang ditinjau tidak menemukan perubahan serupa.

Temuan berbeda juga muncul dalam penelitian terhadap sekitar 600 perempuan. Studi tersebut menemukan adanya hubungan antara penggunaan HP dan kehilangan kehamilan secara spontan, terutama pada perempuan dengan durasi panggilan lebih lama dan penggunaan aplikasi yang lebih banyak.

Namun, hubungan tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa paparan radiasi dari HP merupakan penyebab kehilangan kehamilan. Para peneliti mencatat penggunaan HP yang tinggi dapat berjalan bersamaan dengan faktor lain, termasuk gaya hidup sedentari atau lebih banyak duduk. Faktor-faktor tersebut juga berpotensi memengaruhi hasil penelitian.

HP Memancarkan Radiasi Non-Pengion

HP memancarkan radiofrequency electromagnetic fields (RF-EMF), yakni gelombang radio yang termasuk radiasi non-pengion. Jenis radiasi ini memiliki energi lebih rendah dibandingkan radiasi pengion seperti sinar-X.

Dalam penelitian yang ditinjau, para peneliti masih berupaya memahami apakah paparan RF-EMF benar-benar memiliki dampak biologis terhadap kehamilan dan perkembangan janin. Karena itu, mereka menilai penelitian dengan metode yang lebih kuat dan pengukuran paparan yang lebih terstandar masih diperlukan.

Bagi ibu hamil yang ingin mengurangi paparan, artikel penelitian dan sumber pendamping menyebut sejumlah langkah sederhana, seperti menggunakan speakerphone atau headset, tidak menempatkan HP terlalu dekat dengan tubuh, serta mengaktifkan mode pesawat ketika perangkat tidak digunakan.

Langkah tersebut lebih tepat dipandang sebagai upaya kehati-hatian, bukan karena penelitian telah memastikan HP berbahaya bagi janin.

Para peneliti menyimpulkan bahwa bukti mengenai dampak penggunaan HP selama kehamilan masih belum konklusif. Mereka merekomendasikan penelitian prospektif dengan metode yang lebih baik untuk mengetahui secara lebih jelas hubungan antara paparan RF-EMF, fungsi jantung janin, dan durasi kehamilan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online