Veda Ega Start ke-19 di Moto3 Austria, Brian Uriarte Rebut Pole Position
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
Reza Arap / Instagram : @Ybrap
Harianjogja.com, JOGJA—Siapa bilang komentator sepak bola harus paham taktik dan strategi? Reza Arap membuktikan bahwa siaran bola bisa dibuat lebih seru dengan cara yang tidak biasa. Di YouTube YB, pertandingan Piala AFF 2026 dikomentari dengan bahasa tongkrongan ala anak muda. Hasilnya, siaran langsung tembus 75 ribu penonton di hari pertama.
Siaran perdana yang digelar Sabtu (25/7/2026) itu menampilkan laga pembuka antara Kamboja melawan Singapura. Yang membuat penonton terkejut, Reza Arap menghadirkan komentator yang bukan dari kalangan pakar sepak bola, melainkan konten kreator Yuka Theo dan JOT. Kehadiran mereka di booth komentator dibantu oleh Valentino Jebret dan Kartika Berliana sebagai pemandu acara. Siaran ini berlangsung secara penuh, bukan sekadar live reaction seperti yang biasa dilakukan para kreator lain.
Kejutan demi kejutan pun terus berlanjut. YouTube YB tidak hanya menyiarkan satu pertandingan, tetapi juga menyajikan laga antara Vietnam melawan Timor Leste pada hari yang sama. Tanpa diduga, antusiasme penonton melonjak tinggi. Live streaming kedua pertandingan tersebut berhasil menembus angka 75 ribu penonton aktif. Reza Arap mengaku tak menyangka akan mendapat respons sebesar itu, apalagi laga yang ditayangkan bukanlah partai yang melibatkan Timnas Indonesia.
"75k viewers bukan timnas yang main. Gua pusing banget, wave macam apa, terlalu gila ini," tulis Reza Arap di akun X pribadinya. Unggahan ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang mengaku penasaran dengan gaya komentator yang tidak terlalu serius dan cenderung ringan tersebut.
Perbedaan paling mencolok dari siaran YB dengan stasiun televisi pada umumnya terletak pada cara penyampaian komentator. Tanpa latar belakang analisis taktik atau pembahasan statistik pemain yang mendalam, Yuka Theo dan JOT justru tampil dengan bahasa tongkrongan yang akrab di telinga anak muda. Gaya mereka yang santai dan penuh candaan justru dinilai segar oleh penonton yang mungkin bosan dengan siaran konvensional. Mereka berbicara layaknya teman yang sedang menonton bola bersama di warung kopi.
Proyek ini diberi nama YB On ASEAN Championship. Melalui program ini, Reza Arap berencana menghadirkan rangkaian pertandingan dan konten menarik sepanjang turnamen yang berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Penonton tidak hanya disuguhi siaran langsung, tetapi juga berbagai program hiburan dengan gaya khas anak muda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Reza Arap mengaku merasa terhormat sekaligus terkejut mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan MNC yang memegang hak siar eksklusif turnamen tersebut di Indonesia. "Kesempatan ini gak dapat 14 kali, jadi just do it. Marapthon cukup, ya cukup. Nanti kita gak terpaku ke sport-nya, tapi kita bakal bebas," ujarnya di Jakarta. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Reza ingin membawa angin segar di dunia olahraga yang selama ini cenderung kaku.
Meskipun membawa sebagian tim yang pernah terlibat dalam proyek Marapthon, Reza menegaskan bahwa YB On ASEAN Championship memiliki konsep yang benar-benar berbeda. Penonton akan disuguhi pengalaman menonton yang tidak hanya informatif, tetapi juga menghibur. Dengan gaya khas Reza Arap dan timnya, proyek ini diharapkan mampu menjangkau penonton yang selama ini mungkin tidak terlalu mengikuti kompetisi sepak bola Asia Tenggara.
Langkah Reza Arap ini juga membuka mata banyak pihak bahwa konten olahraga tidak harus selalu disajikan dengan serius dan kaku. Anak muda saat ini mencari tayangan yang bisa membuat mereka merasa terhubung, bukan sekadar menonton dari kejauhan. Dengan menghadirkan komentator yang "selevel" dengan mereka, YouTube YB berhasil menciptakan kedekatan emosional yang mungkin sulit didapatkan dari siaran televisi konvensional.
Ke depan, publik tentu penasaran apakah format siaran unik ini akan bertahan dan apakah Reza Arap akan kembali melakukan terobosan serupa di ajang-ajang olahraga lainnya. Yang jelas, gebrakan ini telah membuktikan bahwa sepak bola dan hiburan bisa berpadu menjadi satu tanpa menghilangkan esensi pertandingan itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.