P3I Kecam Promosi Vape Libatkan Anak, Desak Penegakan Hukum
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Ilustrasi lintasan lari./Freik
Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena joki Strava viral di media sosial dan memantik perdebatan di kalangan warganet. Layanan yang menawarkan aktivitas olahraga "titipan" ini menjadi sorotan karena digunakan sebagian orang untuk menampilkan rekam jejak kebugaran di aplikasi Strava tanpa harus melakukan aktivitas fisik secara langsung.
Tren joki Strava belakangan ramai diperbincangkan setelah sejumlah unggahan di internet memperlihatkan adanya jasa berbayar yang menawarkan layanan lari maupun bersepeda atas nama pengguna lain. Praktik tersebut memanfaatkan aplikasi pelacak aktivitas olahraga yang populer digunakan komunitas pelari dan pesepeda untuk merekam jarak, kecepatan, hingga pencapaian olahraga.
Berdasarkan penelusuran informasi yang beredar di berbagai platform digital, joki Strava merupakan layanan tidak resmi yang memungkinkan seseorang menyewa pihak lain untuk melakukan aktivitas olahraga menggunakan akun atau data yang terhubung dengan akun Strava miliknya. Hasil aktivitas tersebut kemudian dicatat sebagai pencapaian pemilik akun sehingga terlihat seolah dilakukan sendiri.
Tarif jasa joki Strava bervariasi tergantung jenis aktivitas dan jarak yang ditempuh. Untuk layanan per kilometer, biaya yang ditawarkan umumnya berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp30.000 per kilometer.
Sementara itu, untuk paket tertentu seperti lari 5 kilometer (5K) atau 10 kilometer (10K), sejumlah penyedia jasa menawarkan tarif paket yang berkisar Rp100.000 untuk satu kali sesi aktivitas.
Dalam praktiknya, pengguna jasa biasanya menyerahkan akses akun Strava kepada penyedia layanan. Setelah memperoleh akses tersebut, joki akan melakukan aktivitas lari atau bersepeda dengan bantuan perangkat GPS sehingga data perjalanan, waktu tempuh, kecepatan, serta jarak dapat terekam dan masuk ke akun pelanggan.
Dengan metode tersebut, riwayat olahraga yang muncul pada aplikasi tampak seperti dilakukan oleh pemilik akun, meskipun aktivitas fisik sebenarnya dijalankan oleh orang lain.
Di balik kemudahan memperoleh pencapaian olahraga secara instan, fenomena joki Strava menyimpan sejumlah risiko yang tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah potensi pelanggaran aturan platform yang dapat berujung pada pembatasan hingga pemblokiran akun.
Aplikasi Strava memiliki sistem pengawasan yang dirancang untuk mendeteksi aktivitas tidak wajar, termasuk anomali data perjalanan, kecepatan, maupun pola penggunaan akun yang dianggap mencurigakan. Jika ditemukan indikasi manipulasi, akun pengguna berisiko mendapatkan sanksi dari platform.
Selain itu, aspek keamanan digital menjadi perhatian utama. Pengguna yang menyerahkan informasi login kepada pihak lain membuka peluang terjadinya penyalahgunaan data pribadi, pencurian akun, hingga akses tidak sah terhadap informasi yang tersimpan dalam aplikasi.
Risiko tersebut semakin besar apabila data akun yang digunakan memiliki keterkaitan dengan layanan digital lain yang memakai kata sandi serupa. Karena itu, pengguna perlu mempertimbangkan aspek keamanan sebelum memberikan akses akun kepada pihak yang tidak dikenal.
Dibandingkan menggunakan jasa joki Strava demi memperoleh pengakuan di media sosial, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi kebugaran sebagai sarana memantau perkembangan olahraga secara objektif dan berkelanjutan.
Bagi warga DIY, bergabung dengan komunitas lari maupun komunitas sepeda yang berkembang di berbagai wilayah Yogyakarta dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan motivasi berolahraga. Selain memperoleh lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat, aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten juga memberikan manfaat nyata bagi kebugaran tubuh sekaligus menghasilkan pencapaian yang autentik di aplikasi Strava maupun platform kebugaran lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Siswa belum terdaftar PIP 2026 bisa mengajukan via sekolah. Simak syarat, dokumen, dan besaran bantuan SD Rp450 ribu hingga SMA Rp1,8 juta.
Sisa roket Falcon 9 milik SpaceX menghantam Bulan dekat Kawah Einstein. NASA dan ilmuwan dunia kini memburu kawah baru yang terbentuk untuk kepentingan peneliti
DPRD Bantul mewajibkan seluruh SPPG Program Makan Bergizi Gratis mengantongi SLHS. Pemkab juga membentuk Satgas MBG beranggotakan 48 personel untuk memperketat